Saat ini bekerja sebagai trader semakin populer karena dapat menghasilkan uang 24 jam nonstop, baik di pasar saham, forex, maupun crypto. Tapi kenyataannya, meraih keuntungan nyata bukanlah hal yang mudah. Diperlukan rencana trading yang baik dan yang terpenting adalah memilih indikator yang tepat untuk membantu menganalisis harga.



Hari ini saya ingin berbagi 5 indikator yang paling sering digunakan dalam dunia trading. Indikator ini membantu kita menemukan titik masuk dan keluar TP/SL dengan lebih akurat, yaitu Moving Average, RSI, MACD, Volume, dan Visible Range. Mari kita lihat satu per satu.

Dimulai dari yang pertama, Moving Average atau MA, yang merupakan indikator yang digunakan oleh semua trader. Ini paling mudah digunakan untuk melihat tren harga. Jika harga berada di atas MA, menunjukkan tren naik. Jika di bawah MA, tren turun. Beberapa orang menggunakan beberapa MA sekaligus, seperti MA 5, 35, dan 200 hari, untuk melihat tren jangka berbeda. Kekurangan MA adalah lambat mengikuti harga sebenarnya (lagging) dan sering memberi sinyal palsu di pasar yang tidak memiliki arah yang jelas.

Selanjutnya, RSI yang digunakan untuk melihat kondisi overbought/oversold. Jika RSI di bawah 30, menunjukkan pasar terlalu banyak dijual dan mungkin akan rebound. Jika di atas 70, menunjukkan pasar terlalu banyak dibeli dan mungkin akan turun. RSI dihitung dari perbandingan rata-rata keuntungan dan kerugian dalam 14 candlestick. Keunggulannya adalah mampu mendeteksi pembalikan harga dengan baik, tetapi masalahnya adalah di tren yang kuat, RSI bisa tetap berada di zona overbought/oversold dalam waktu lama, sehingga kita mungkin menjual terlalu cepat.

Lalu ada MACD, indikator yang menunjukkan tren dan kekuatan harga. MACD dihitung dari EMA 12 dikurangi EMA 26, dan memiliki garis sinyal berupa EMA 9. Jika MACD memotong ke atas garis sinyal, itu sinyal tren naik. Jika memotong ke bawah, sinyal tren turun. Indikator ini sangat komprehensif, tetapi kekurangannya adalah perhitungannya cukup rumit dan sinyal biasanya muncul setelah harga bergerak cukup jauh.

Selanjutnya Volume, yang membantu mengonfirmasi kekuatan pergerakan harga. Jika harga naik dan volume juga meningkat, itu menunjukkan kekuatan tren. Jika harga turun tetapi volume menurun, menunjukkan penurunan tidak kuat. Indikator ini membantu memastikan apakah break resistance benar-benar kuat atau hanya keberuntungan semata. Kendalanya adalah volume tidak memberi tahu arah harga secara langsung.

Terakhir, Visible Range atau Volume Profile, indikator yang relatif baru. Digunakan untuk melihat di harga mana mayoritas trader menempatkan posisi mereka, sehingga bisa menemukan support dan resistance yang kuat. Kekurangannya adalah grafiknya terlihat penuh dan beberapa platform memerlukan biaya langganan.

Sebenarnya, indikator-indikator ini hanyalah alat bantu. Tidak ada indikator yang bisa menjamin kita akan selalu profit. Setiap trader juga berbeda dalam memilih indikator, tergantung gaya dan aset yang diperdagangkan. Saya sarankan melakukan backtest untuk mengetahui indikator mana yang cocok dengan gaya trading kita, dan selalu punya rencana TP/SL yang jelas setiap kali trading. Investasi memiliki risiko, jadi pilihlah indikator yang sesuai dengan diri sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan