Saya baru menyadari bahwa beberapa tahun terakhir, investasi saham Amerika dari Vietnam menjadi jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Jika Anda juga sedang mempertimbangkan cara membeli saham luar negeri untuk diversifikasi portofolio, maka pasar Amerika benar-benar merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan.



Jujur saja, alasan utama saya beralih ke saham Amerika adalah karena tingkat keuntungan yang sangat berbeda. Indeks S&P 500 naik lebih dari 39% sejak Mei 2018 hingga sekarang, sementara VNIndex justru turun 9%. Nasdaq bahkan naik 64% berkat ledakan saham teknologi. Itu adalah perbedaan yang cukup besar yang tidak bisa diabaikan.

Pasar Amerika juga menyediakan daftar perusahaan yang sangat besar - lebih dari 6.300 kode saham antara NYSE dan NASDAQ. Anda bisa memiliki saham dari nama-nama besar seperti Apple, Amazon, Tesla, atau Google. Variasi seperti ini membuat cara membeli saham luar negeri menjadi lebih menarik dibandingkan hanya bergantung pada pasar Vietnam.

Tapi masalahnya adalah investor individu dari luar negeri tidak bisa membuka akun langsung di NYSE atau NASDAQ. Sebagai gantinya, kita memiliki dua pilihan utama.

Pertama adalah dana ETF. Dana ini seperti Vanguard S&P 500 ETF (VOO) atau SPDR S&P 500 ETF (SPY) yang memungkinkan Anda berinvestasi dalam satu keranjang saham tanpa harus memilih satu per satu. Keuntungannya adalah mudah melakukan diversifikasi, biaya rendah, dan tidak perlu memahami secara mendalam tentang masing-masing perusahaan. Jika Anda tipe investor jangka panjang, ETF cukup cocok.

Kedua adalah CFD - Kontrak Perbedaan Harga. Cara membeli saham luar negeri melalui CFD memungkinkan Anda melakukan trading pada kode tertentu tanpa harus membeli seluruh keranjang seperti ETF. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan maupun penurunan harga, menggunakan leverage, dan trading di luar jam perdagangan. Namun, Anda tidak benar-benar memiliki saham tersebut, melainkan hanya bertaruh pada pergerakan harga. Risikonya lebih tinggi, tetapi potensi keuntungannya juga bisa lebih besar jika Anda tahu apa yang sedang dilakukan.

Saya melihat banyak teman mulai dari saham blue-chip seperti Apple (AAPL), Microsoft (MSFT), atau Alphabet (GOOGL). Yang ini memiliki rasio PE lebih rendah dibandingkan Tesla atau Amazon, sehingga risiko lebih kecil untuk pemula. Selain itu ada NVIDIA, AMD untuk yang tertarik teknologi, atau JPMorgan Chase jika Anda suka sektor keuangan.

Untuk memulai cara membeli saham luar negeri, langkah pertama adalah memilih platform trading yang terpercaya. Ini sangat penting karena langsung mempengaruhi keuntungan Anda. Setelah itu, siapkan pengetahuan dasar - pelajari tentang indeks utama seperti S&P 500, Dow Jones, Nasdaq Composite agar memahami bagaimana pasar beroperasi.

Jika modal terbatas, Anda bisa menggunakan leverage untuk mengendalikan jumlah uang yang lebih besar. Tapi harus hati-hati karena leverage juga bisa memperbesar kerugian. Saya sarankan mulai dengan modal kecil dan leverage rendah sampai Anda terbiasa.

Juga, luangkan waktu belajar sebelum menginvestasikan uang asli. Banyak platform menyediakan akun demo dengan uang virtual untuk latihan. Setelah merasa percaya diri, buatlah rencana keuangan yang matang dan mulai dengan jumlah uang yang mampu Anda tanggung kehilangan.

Secara umum, cara membeli saham luar negeri saat ini tidak lagi sesulit dulu. Apakah Anda memilih ETF atau CFD, yang penting adalah memahami apa yang sedang Anda lakukan dan siap menerima risiko. Pasar Amerika menawarkan banyak peluang, tetapi juga membutuhkan persiapan yang matang. Semoga sukses dalam trading Anda!
AMZN-3,1%
TSLA-6,39%
VOO-2,55%
US50020-2,9%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan