Belakangan ini banyak orang bingung apakah sebaiknya masuk pasar sebelum atau sesudah hari ex-dividen, terutama dalam pertanyaan apakah akan menjual saham pada hari ex-dividen untuk mendapatkan dividen. Sejujurnya, ini memang salah satu hal yang paling mudah disalahpahami dalam investasi saham dividen.



Pertama, mari kita langsung ke kesimpulan: Harga saham tidak harus turun secara pasti pada hari ex-dividen. Banyak orang beranggapan bahwa harga pasti akan turun hari ex-dividen, padahal berdasarkan data historis, kenyataannya tidak selalu demikian. Saya perhatikan, Coca-Cola pada tanggal 14 September 2023 dan 30 November 2023 saat hari hak dividen justru mengalami kenaikan kecil. Apple bahkan lebih ekstrem, pada hari ex-dividen 10 November 2023, harga saham dari 182 dolar naik menjadi 186 dolar, kenaikan hampir 2%. Perusahaan-perusahaan besar seperti Walmart, Coca-Cola, Johnson & Johnson sering menunjukkan kenaikan harga saham pada hari ex-dividen. Jadi, perubahan harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya ex-dividen saja.

Secara teori, harga saham seharusnya turun pada hari ex-dividen karena aset perusahaan berkurang. Contohnya, misalkan sebuah perusahaan menghasilkan 3 dolar per saham per tahun, dengan PE ratio 10 kali, maka harga sahamnya sekitar 30 dolar. Perusahaan memiliki kas sebesar 5 dolar per saham, sehingga total valuasi sekitar 35 dolar. Jika membagikan dividen sebesar 4 dolar per saham, secara teori harga saham pada hari ex-dividen harus turun dari 35 dolar menjadi 31 dolar. Tapi kenyataannya, pasar seringkali lebih kompleks, suasana pasar, ekspektasi kinerja, prospek industri semuanya mempengaruhi harga saham secara nyata.

Mengenai pertanyaan apakah menjual saham pada hari ex-dividen akan mendapatkan dividen, jawabannya adalah ya, tetapi dengan syarat kamu memegang saham sebelum tanggal pencatatan hak dividen. Jika menjual pada hari ex-dividen, kamu tidak akan menerima dividen tersebut. Jadi, jika ingin mendapatkan dividen, harus membeli saham sebelum hari ex-dividen dan memegangnya sampai tanggal pencatatan hak dividen.

Apakah membeli saham sebelum atau sesudah hari ex-dividen itu menguntungkan? Menurut saya, tergantung dari tiga aspek. Pertama, periksa apakah harga saham sudah naik tinggi sebelum hari ex-dividen. Jika sudah naik ke level tinggi, banyak investor yang akan mengambil keuntungan lebih dulu, dan masuk saat itu berisiko tersandung. Kedua, lihat tren historisnya, biasanya setelah ex-dividen saham cenderung turun, bukan naik, sehingga risiko trading jangka pendek cukup besar. Tapi, jika harga turun ke level support teknikal dan menunjukkan tanda-tanda stabil, itu bisa menjadi peluang beli yang bagus.

Aspek ketiga yang paling penting: fundamental perusahaan. Untuk perusahaan yang solid secara fundamental dan memimpin industrinya, ex-dividen lebih merupakan penyesuaian harga, bukan penurunan nilai. Saham perusahaan seperti ini, jika dibeli setelah ex-dividen dan dipegang jangka panjang, biasanya lebih menguntungkan karena nilai intrinsiknya tidak berkurang akibat pembayaran dividen.

Ada biaya tersembunyi lain yang perlu diperhatikan. Jika membeli saham dividen di akun biasa yang kena pajak, misalnya membeli di harga 35 dolar sebelum ex-dividen, lalu harga turun ke 31 dolar saat ex-dividen, kamu akan mengalami kerugian unrealized dan juga harus membayar pajak atas dividen sebesar 4 dolar. Ini tidak terlalu menguntungkan. Sebaliknya, jika menggunakan akun IRA atau 401K yang penangguhan pajaknya, masalah ini tidak muncul.

Selain itu, di pasar saham Taiwan juga ada biaya transaksi dan pajak perdagangan. Biaya transaksi biasanya sekitar 0.1425% dari harga saham dikalikan dengan diskon (biasanya 50-60%), pajak transaksi saham biasa 0.3%, ETF 0.1%. Jumlah biaya ini juga tidak kecil.

Jadi, bagaimana sebaiknya beroperasi sebelum dan sesudah hari ex-dividen? Memegang saham dengan dividen tinggi secara jangka panjang memang bisa memberikan pendapatan stabil, tapi jika ingin memanfaatkan fluktuasi jangka pendek di sekitar hari ex-dividen untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga, hanya memegang saham saja mungkin tidak cukup fleksibel. Beberapa investor menggunakan instrumen derivatif seperti kontrak perbedaan (CFD) untuk menangkap volatilitas jangka pendek, dengan margin kecil mengontrol posisi besar, bisa melakukan long maupun short, dan tidak perlu benar-benar memegang saham sehingga tidak perlu membayar pajak dividen. Tentu saja, instrumen ini memiliki risiko leverage yang tinggi, jadi harus sesuai dengan toleransi risiko masing-masing.

Secara keseluruhan, performa harga saham pada hari ex-dividen dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak selalu harus turun secara pasti. Investor harus menyesuaikan dengan tujuan dan toleransi risiko mereka, menggabungkan analisis fundamental perusahaan dan tren historis untuk pengambilan keputusan.
KO1,39%
WMT0,34%
PEP1,72%
JNJ1,07%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar