Mengapa simbol "kebahagiaan" ada di mana-mana di Tiongkok? Baik di televisi, di internet, maupun dalam slogan di jalan-jalan dan gang-gang, "kebahagiaan" hampir tidak pernah hilang. Tetapi setelah tinggal dalam jangka waktu yang lama, kita akan menyadari bahwa kebahagiaan banyak orang sebenarnya lebih banyak berhenti pada suatu keadaan eksternal: masyarakat, keluarga, stabilitas, reuni, penampilan, bukan pada perasaan internal yang benar-benar stabil dan santai.


Karena masyarakat Tiongkok dalam jangka panjang tidak mendorong orang untuk merasakan diri mereka dari dalam, melainkan lebih menekankan bagaimana orang memenuhi suatu "tatanan hidup yang benar". Seorang orang yang menikah, punya anak, memiliki rumah, anak-anak, orang tua yang puas, hubungan yang stabil, akan didefinisikan sebagai bahagia. Sedangkan apakah kamu benar-benar merasa rileks, bebas, dan tenang, malah tidak begitu penting. Jadi, kebahagiaan banyak orang pada dasarnya adalah kebahagiaan yang "diakui oleh masyarakat", bukan kebahagiaan yang "benar-benar dirasakan sendiri".
Dalam sistem sosial tradisional di Tiongkok, itu sendiri adalah struktur yang penuh tekanan tinggi dan kecemasan bertahan hidup yang tinggi. Dalam lingkungan seperti ini, yang paling penting bagi manusia bukanlah merasakan diri mereka sendiri, melainkan terlebih dahulu menjamin keamanan, hubungan, dan ketertiban. Jadi, "kebahagiaan" harus terus-menerus dipamerkan, ditekankan, dan dikonfirmasi, karena secara esensial merupakan kebutuhan stabilitas kolektif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar