Mengapa manusia harus mempertahankan keadaan alami? Karena penderitaan sejati manusia, seringkali bukanlah kenyataan itu sendiri, melainkan pikiran berlebihan, emosi, keinginan, dan keterikatan di dalam otak. Kebijaksanaan Taoisme percaya bahwa manusia tidak boleh terlalu menggunakan kecerdasan, tidak boleh terus-menerus berpikir, dan tidak membiarkan diri terjebak dalam konflik internal dalam waktu yang lama. Kebanyakan waktu, manusia mengira dirinya sedang "berpikir", padahal sebenarnya hanya terus-menerus dikuras oleh berbagai pikiran yang berserakan. Mendekati "Tao" yang sejati bukanlah dengan terus menambah sesuatu, melainkan dengan terus mengurangi: mengurangi keterikatan, mengurangi khayalan, mengurangi perlawanan terhadap diri sendiri. Karena semakin manusia berusaha mengendalikan segalanya, semakin kacau hati nuraninya. Semakin alami, semakin tenang; semakin tenang, semakin mampu melihat kenyataan yang sebenarnya. Oleh karena itu, "tanpa emosi" yang diajarkan oleh Taoisme bukan berarti dingin, melainkan emosi tetap ada, tetapi hati tidak lagi terbawa oleh emosi tersebut. Orang yang benar-benar kuat bukanlah yang tanpa keinginan, tetapi keinginan mereka sudah tidak mampu lagi merobek diri mereka sendiri.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar