Saya baru saja menyadari sesuatu yang cukup menarik - apa itu copper dan mengapa memiliki potensi perdagangan sebesar itu? Kebanyakan orang hanya tahu bahwa itu adalah logam berwarna coklat kemerahan yang digunakan dalam elektronik, tetapi sedikit yang menyadari bahwa itu telah menjadi alat investasi yang menarik di pasar keuangan global.



Faktanya, copper (tembaga) memiliki likuiditas yang sangat tinggi - tidak hanya karena penggunaannya yang luas dalam industri tetapi juga karena mencerminkan kesehatan ekonomi global dengan sangat baik. Dari konstruksi, elektronik, hingga sistem energi terbarukan, tembaga muncul di mana-mana. Oleh karena itu, apa itu harga copper jika bukan sebuah "barometer" dari ekonomi dunia?

Melihat ke pasar, volume perdagangan copper global pada tahun 2023 sekitar 308,7 miliar USD dan diperkirakan akan meningkat menjadi 504,9 miliar USD pada tahun 2033 (pertumbuhan 5,04% per tahun). Angka ini menunjukkan bahwa permintaan tersebut bukanlah sementara. Chile dan Peru menguasai 35% produksi tambang global, sementara China mengkonsumsi lebih dari 55% - ini sangat penting karena berarti setiap perubahan dalam ekonomi China akan langsung mempengaruhi harga copper.

Keunggulan dari sini adalah copper tidak hanya bergantung pada permintaan industri. Harganya juga dipengaruhi oleh nilai USD, suku bunga global, kebijakan ekspor, dan bahkan harga minyak (karena 30-50% biaya penambangan adalah energi). Dalam 10 tahun terakhir, tembaga mengalami fluktuasi besar - dari level 3,42 USD/ons tahun 2014 turun di bawah 2 USD tahun 2016, lalu pulih ke 5,2 USD pada April 2024. Saat ini, harganya stabil di sekitar 4,8 USD/ons.

Bagian paling menarik? Tren mobil listrik dan energi hijau sedang memberikan tekanan beli terhadap copper. Sebuah mobil listrik menggunakan lebih banyak tembaga dibanding mobil bensin - mulai dari kabel listrik, motor listrik, hingga baterai. Ditambah lagi dengan proyek infrastruktur hijau di seluruh dunia, permintaan copper akan terus tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Meskipun saat ini dunia mengalami kelebihan pasokan (162 ribu ton pada 2024), angka ini telah berkurang dibandingkan prediksi sebelumnya (467 ribu ton), menunjukkan keseimbangan pasokan-permintaan sedang membaik.

Kondisi suku bunga juga sedang berubah ke arah yang positif. Sejak 2022, Fed telah menaikkan suku bunga secara agresif untuk melawan inflasi, tetapi prediksi saat ini menunjukkan bank sentral akan mulai menurunkan suku bunga pada akhir 2024 dan 2025. Ini bisa menjadi dorongan kenaikan harga copper.

Secara teknikal, harga copper masih berada dalam tren kenaikan yang kuat sejak pertengahan Maret 2024 (naik 22%). Meskipun ada beberapa candlestick merah akhir-akhir ini, level support tetap kokoh. Indikator Stochastic RSI masuk ke wilayah oversold, menunjukkan kemungkinan rebound jangka pendek.

Jika Anda ingin berpartisipasi dalam perdagangan copper, ada banyak cara: perdagangan kontrak berjangka di bursa seperti CME, SHFE, LME; membeli ETF seperti iShares Copper Trust; atau trading CFD jika ingin lebih fleksibel. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tergantung pada tujuan dan kemampuan Anda.

Tapi ingat - apa itu copper hanyalah sebuah alat perdagangan. Yang terpenting adalah memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya, menerapkan analisis fundamental dan teknikal secara bersamaan, mengelola risiko secara ketat, dan jangan pernah bertaruh semua pada satu posisi. Pasar selalu berubah-ubah dan sulit diprediksi, jadi terus memantau, belajar, dan menyesuaikan strategi adalah kunci keberhasilan.
XCU-0,79%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan