Saya baru-baru ini menyadari bahwa aluminium mulai menarik perhatian trader secara serius. Logam industri ini tidak lagi sekadar komoditas kecil - menjadi cerminan dari kenyataan ekonomi global dan permintaan terhadap infrastruktur serta energi bersih.



Apa yang terjadi pada tahun 2026 benar-benar kuat. Aluminium menembus level yang belum pernah kita lihat sejak Maret 2022, mendekati 3.700 dolar per ton dengan kenaikan tahunan lebih dari 45%. Ini bukan performa biasa - pasar mulai menilai ulang logam ini secara drastis.

Pertanyaan sebenarnya sekarang: apakah ia mampu mempertahankan momentum ini hingga 2030? Ada faktor struktural yang mendukungnya secara kuat. Mobil listrik dan energi terbarukan membutuhkan aluminium dalam jumlah besar. Jaringan listrik baru dan infrastruktur juga. Institut Internasional Aluminium memperkirakan permintaan akan meningkat sekitar 40% menjelang 2030.

Namun ada juga tekanan. Persediaan sangat rendah - turun menjadi 344 ribu ton pada Mei 2026. Jika kekurangan ini berlanjut, harga mungkin tetap didukung. Tapi jika produksi di China atau Indonesia meningkat dengan cepat, situasinya bisa berubah.

Dari segi proyeksi, Bank Dunia memperkirakan rata-rata 3.200 dolar per ton pada 2026, Citi melihat 3.600 dolar, dan Goldman Sachs lebih pesimis di 2.720 dolar menjelang akhir 2026. Untuk tahun-tahun mendatang, gambaran kurang jelas tetapi tren umumnya positif.

Secara teknikal, area kritis saat ini adalah 3.750-3.800 dolar. Jika aluminium menembus level ini dan bertahan di atasnya di chart bulanan, kita mungkin melihat gelombang kenaikan baru menuju 4.000 dolar. Tapi jika gagal, bisa tetap dalam kisaran luas antara 3.000 dan 3.800 dolar untuk waktu yang lebih lama.

Dukungan nyata ada di 3.000-3.200 dolar. Jika level ini ditembus, bisa berarti koreksi lebih dalam ke 2.700-2.900 dolar. Tapi sejauh ini, pasar tetap menjaga dukungan tersebut.

Faktor yang dipantau: data industri China, harga energi dan listrik, kekuatan dolar, dan persediaan. Berita negatif dari China bisa langsung menekan harga. Tapi permintaan jangka panjang dari energi bersih tetap menjadi cerita utama.

Secara pribadi, saya mengamati logam ini sebagai indikator kesehatan ekonomi global dan permintaan industri nyata. Jika Anda tertarik untuk terpapar pergerakan harga ini, ada berbagai opsi - mulai dari trading kontrak berjangka, saham perusahaan aluminium, hingga dana indeks yang fokus pada logam industri. Setiap pilihan memiliki risiko dan keunggulannya tergantung pada horizon waktu dan kemampuan Anda menanggung volatilitas.

Kesimpulan: aluminium tampak menjanjikan hingga 2030, tapi tetap sensitif terhadap berita dan siklus ekonomi. Kenaikan mungkin terjadi, tapi tidak pasti. Kehati-hatian dan pengawasan ketat adalah kunci.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan