Apakah menikah akan membuat bahagia? Apakah memiliki keluarga adalah lengkap? Apakah pernikahan adalah tempat kembali? Apakah cinta sejati akhirnya pasti menikah? Kata-kata ini, sebenarnya memiliki satu masalah bersama: mereka menggabungkan sistem “pernikahan” dengan pengalaman manusia seperti “kebahagiaan”, “cinta”, dan “rasa memiliki”. Banyak orang tidak menyadari bahwa pernikahan pada dasarnya adalah sebuah sistem sosial, bukan fungsi untuk kebahagiaan. Sistem sosial pertama-tama melayani jalannya masyarakat, menyelesaikan masalah warisan properti, keabsahan anak, stabilitas sosial, organisasi tenaga kerja, ikatan tanggung jawab keluarga, dan pemerintahan negara, bukan semata-mata untuk membuatmu bahagia.



Sistem itu sendiri bukanlah emosi, ia hanyalah struktur. Yang benar-benar membuat orang merasa bahagia bukanlah kata “pernikahan”, melainkan hubungan mendalam yang dibangun antar manusia, yaitu dipahami, dipercaya, terhubung secara emosional, didampingi dalam jangka panjang, dan merasa tenang secara psikologis. Dengan kata lain, bukan karena “mengurus surat nikah” maka bahagia, melainkan karena kedua orang tersebut membangun hubungan berkualitas tinggi, dan kebetulan mereka mengikat diri dalam bentuk pernikahan.

Pernikahan hanyalah sebuah wadah, bukan kebahagiaan itu sendiri. Banyak orang sebenarnya menganggap bahwa “orang bahagia memilih menikah”, lalu menyimpulkan bahwa “menikah menyebabkan bahagia”. Ini adalah kebalikan sebab-akibat yang khas. Oleh karena itu, dalam kenyataannya muncul: ada yang menikah tapi sangat menderita; ada yang dalam pernikahan merasa kesepian dalam waktu lama; ada yang tidak menikah tapi sangat stabil dan bahagia; ada yang tidak memiliki pernikahan, tetapi memiliki hubungan yang sangat dekat dan intim.

Termasuk juga pernyataan seperti “cinta juga berasal dari pernikahan” atau “menikah memberi rasa memiliki”, pada dasarnya juga merupakan sebuah kekeliruan. Karena cinta bukanlah hasil dari sistem, dan rasa memiliki juga bukan otomatis muncul dari sebuah surat. Banyak narasi sosial suka menggunakan kata-kata yang sangat umum, kabur, dan mengandung pengaruh emosional, misalnya “menikah membuat hidup lengkap”, karena semakin kabur kata-kata itu, semakin mudah orang berhenti berpikir.

Orang yang benar-benar logis akan memecah hal-hal ini satu per satu. Cinta adalah cinta, bahagia adalah bahagia, rasa aman adalah rasa aman, pernikahan adalah pernikahan, mereka mungkin terkait, tetapi mereka sama sekali bukan hal yang sama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan