Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Belakangan ini sedang meneliti prospek poundsterling, dan menemukan bahwa topik ini sebenarnya cukup menarik. Banyak orang bertanya apakah poundsterling masih layak diperhatikan, terutama di tengah tren de-dolarisasi global.
Pertama, mari bahas posisi poundsterling itu sendiri. Sebagai mata uang transaksi keempat terbesar di dunia, volume perdagangan harian poundsterling sekitar 13% dari pasar valuta asing, setelah dolar AS, euro, dan yen. GBP/USD bahkan menjadi salah satu pasangan mata uang paling aktif di pasar forex, likuiditasnya baik, spread kecil, dan itulah mengapa banyak orang memperhatikannya.
Tapi sejujurnya, beberapa tahun terakhir ini pound tidak berjalan mulus. Sejak krisis keuangan 2008, pound mulai melemah terus-menerus. Dulu bisa 1,5 dolar AS per pound, pada 2022 bahkan jatuh ke titik terendah sejarah di 1,03 dolar AS. Itu benar-benar parah—ketika Perdana Menteri Inggris baru mengeluarkan "anggaran mini", pasar panik, dan pound langsung ambruk. Ini juga mencerminkan salah satu karakteristik utama pound: sensitivitas politik yang sangat tinggi. Pada referendum Brexit 2016, pound langsung jatuh dari sekitar 1,47 ke 1,22. Selalu saja pound akan langsung turun jika ada ketidakpastian di dalam negeri Inggris.
Ada pola menarik di sini. Saya menemukan bahwa setiap kali AS memasuki siklus kenaikan suku bunga, pound cenderung ditekan karena daya tarik dolar yang lebih kuat. Tapi sekarang situasinya berbalik—AS mulai menurunkan suku bunga, sementara Inggris tetap mempertahankan tingkat tinggi. Perbedaan suku bunga yang berbalik ini sebenarnya menguntungkan prospek pound. Sejak 2023, Bank of England terus menegaskan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka panjang untuk melawan inflasi, yang memberi dukungan bagi rebound pound.
Dari akhir 2024 sampai sekarang, pound memang mulai stabil kembali. Meskipun belum kembali ke puncak 1,5 pada 2015, sudah berfluktuasi di kisaran 1,26 sampai 1,30, jauh lebih baik dari titik terendah. Fundamental Inggris juga membaik—tingkat pengangguran stabil di 4,1%, pertumbuhan upah kuat, ekonomi meskipun tumbuh perlahan tapi tidak mengalami kendala besar. Semua ini memberi dasar bagi prospek pound.
Kunci utama saat ini adalah selisih suku bunga. Selama AS terus menurunkan suku bunga dan Inggris tetap mempertahankan suku bunga tinggi, dana secara alami akan mengalir ke aset pound. Banyak institusi memprediksi, jika tren ini berlanjut, pound berpotensi menantang 1,35 bahkan lebih tinggi. Risiko sebaliknya adalah jika data ekonomi Inggris memburuk, dan bank sentral terpaksa menurunkan suku bunga lebih cepat, pound bisa kembali menguji level support di 1,20.
Kalau mau trading pound, waktu paling aktif adalah saat overlap antara sesi London dan New York (waktu Asia sekitar jam 8 malam sampai jam 2 dini hari), terutama hari pengumuman keputusan Bank of England atau data GDP, karena volatilitasnya sangat tinggi. Kalau bullish pound, bisa pasang limit buy di level support dan atur stop loss; kalau bearish, lakukan operasi sebaliknya. Yang penting, harus kontrol risiko dan atur stop loss dengan bijak.
Secara umum, prospek pound tergantung pada beberapa faktor utama: selisih suku bunga Inggris-AS, data ekonomi Inggris, dan stabilitas politik. Kondisi saat ini cukup mendukung pound, tapi volatilitas tetap tinggi. Kalau ingin ikut trading pound, harus paham logika ini dengan jelas, bukan sekadar ikut-ikutan tren. Peluang pasar memang ada, tapi manajemen risiko selalu nomor satu.