Belakangan ini menemukan banyak investor pemula yang masih agak bingung tentang perdagangan leverage, jadi ingin berbagi apa sebenarnya arti leverage dan logika di baliknya.



Sederhananya, leverage adalah meminjam uang untuk berinvestasi. Kamu punya 100.000 yuan, meminjam 900.000 yuan dari broker, totalnya menggunakan 1 juta yuan untuk bertransaksi, ini adalah leverage 10 kali. Kedengarannya sangat menarik, bukan? Menggunakan sedikit uang untuk mengendalikan jumlah besar dana, jika pasar bergerak sesuai prediksi kamu, keuntungan benar-benar akan berlipat ganda. Tapi ini juga pedang bermata dua, kerugian juga akan diperbesar, satu kesalahan kecil bisa berujung kehilangan seluruh modal.

Saya pernah melihat banyak kasus, yang paling mengesankan adalah seorang trader cryptocurrency yang melakukan live trading Bitcoin pada tahun 2022 dengan leverage 25 kali, hasilnya Bitcoin turun di bawah 40.000 dolar AS, dalam beberapa jam kehilangan lebih dari 10 juta dolar AS. Inilah mengapa arti leverage bukan hanya memperbesar keuntungan, tetapi yang lebih penting adalah memahami risiko di baliknya.

Berbicara tentang leverage, tidak bisa tidak menyebut margin. Kedua konsep ini sering disalahpahami, padahal sebenarnya berbeda. Leverage adalah jumlah utang yang kamu tanggung, sedangkan margin adalah dana yang harus kamu jamin sebagai jaminan. Sebagai contoh nyata, misalnya kontrak futures indeks Taiwan saat ini di 13.000 poin, setiap poin bernilai 200 yuan, total nilai satu kontrak adalah 2,6 juta yuan. Tapi kamu tidak perlu membayar seluruhnya, cukup dengan margin 136.000 yuan untuk mengendalikan aset senilai 2,6 juta yuan, ini sekitar leverage 19 kali.

Jika indeks Taiwan naik 5%, dengan modal 136.000 yuan kamu bisa mendapatkan keuntungan 130.000 yuan, return hampir 96%. Tapi sebaliknya, jika indeks turun 5%, modal kamu hampir habis. Inilah inti dari arti leverage—keuntungan dan risiko berbanding lurus.

Alat leverage yang umum di pasar ada beberapa jenis. Futures adalah yang paling tradisional, diperdagangkan di bursa, kontrak standar, bisa digunakan untuk trading valuta asing, komoditas, indeks saham, dan lain-lain. Opsi adalah hak pilihan, memungkinkan kamu membeli atau menjual aset pada harga tertentu dalam waktu tertentu. ETF leverage cocok untuk trading jangka pendek, tetapi biaya transaksi 10 sampai 15 kali lipat dari futures, jadi mungkin tidak menguntungkan. Ada juga kontrak selisih harga, alat ini semakin populer karena fleksibilitasnya tinggi, tidak memiliki tanggal penyelesaian, dan bisa digunakan untuk trading berbagai aset.

Namun, apapun alat yang digunakan, yang paling penting adalah manajemen risiko. Semakin tinggi leverage, semakin besar risiko margin call. Saran saya, pemula harus mulai latihan dengan leverage rendah, selalu tetapkan stop loss untuk mengendalikan kerugian. Banyak investor muda masuk dengan mindset "menang besar saat menang, tidak perlu tambah modal saat margin call", tapi pasar itu kejam, pola pikir seperti ini pasti akan berujung kerugian.

Leverage sendiri bukan hal buruk, jika digunakan secara moderat, bisa meningkatkan tingkat pengembalian. Tapi syarat utamanya adalah kamu benar-benar memahami arti leverage, tahu cara mengelola dana pinjaman dengan baik, dan mempersiapkan risiko secara matang. Jika ingin berlatih strategi trading leverage, bisa mulai dengan akun demo untuk familiarisasi, baru setelah benar-benar menguasai tekniknya, gunakan modal nyata. Ingat, stop loss selalu menjadi prioritas utama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan