Dari "Jepang Sebagai Nomor Satu" Hingga Dekade Kehilangan: Pelajaran 35 Tahun Jepang

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Tahun 1989, 8 dari 10 perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia adalah milik Jepang. Saat itu, Nippon Telegraph and Telephone (NTT) memiliki nilai yang lebih besar dari total 10 perusahaan teratas di Amerika Serikat. 35 tahun kemudian, gambaran berbalik NVIDIA sendiri telah melampaui 5 triliun USD kapitalisasi pasar, lebih besar dari total nilai 10 perusahaan terbesar Jepang digabungkan. Apa yang telah terjadi?

Era Kejayaan: Ketika Jepang Menantang Amerika Serikat Era 1980-an, Jepang adalah simbol efisiensi dan teknologi. Toyota, Honda, Nissan menguasai pasar mobil Amerika. Sony, Panasonic, Toshiba mendominasi elektronik konsumen. Jepang menguasai 50% pangsa pasar semikonduktor global pada tahun 1986. Buku Japan as Number One karya Ezra Vogel menegaskan: Jepang sedang mengungguli Amerika. Media Amerika saat itu khawatir: “Jepang akan menguasai abad ke-21.”

Perjanjian Plaza dan Perubahan Sejarah Pada 5/9/1985, Plaza Accord ditandatangani antara Amerika, Jepang, Jerman, Prancis, dan Inggris. Tujuan: melemahkan dolar AS dan menguatkan yen. Dalam 3 tahun, yen menguat dua kali lipat. Akibatnya: Ekspor Jepang menjadi lebih mahal. Pertumbuhan melambat. Bank Sentral Jepang menurunkan suku bunga secara agresif untuk menyelamatkan ekonomi. Uang murah melimpah di pasar — tetapi alih-alih masuk ke produksi, uang itu mengalir ke saham dan properti.

Bola Api dan Keruntuhan Indeks Nikkei 225 naik dari 13.000 ke hampir 39.000 poin dalam 4 tahun. Properti Tokyo dinilai secara tidak rasional. Total nilai properti Jepang pernah jauh lebih tinggi dari Amerika. Perusahaan Jepang membeli simbol Amerika: Mitsubishi Group membeli Rockefeller Center. Sony membeli Columbia Pictures. Lalu gelembung meletus. Nikkei jatuh dan tidak pernah kembali ke puncak lama selama beberapa dekade.

“Perusahaan Zombie” dan Dekade Kehilangan Alih-alih membiarkan pasar menyaring, bank terus mendukung perusahaan lemah — disebut “perusahaan zombie”. Kinerja menurun. Inovasi melambat. Seiring waktu: Tingkat kelahiran menurun drastis. Populasi menua dengan cepat. Tenaga kerja menyusut. Produksi perlahan pindah dari Jepang ke Asia Tenggara dan Tiongkok. “Made in Japan” tidak lagi menjadi pusat rantai pasok global. Suku bunga tetap hampir 0% selama beberapa dekade, memudahkan aliran modal global meminjam yen murah dan berinvestasi ke luar negeri — sementara ekonomi domestik stagnan.

Jepang Hari Ini dan Pelajaran Berharga Tahun 1989: Jepang adalah ekonomi terbesar kedua di dunia. Tahun 2024: turun ke peringkat ke-4 dan berisiko turun ke peringkat ke-5. NTT dari posisi nomor 1 dunia kini hanya menjadi perusahaan besar tetapi tidak lagi memimpin secara global. Pelajaran tidak terletak pada satu tanda tangan saja. Tapi pada: Gelembung aset yang tidak terkendali. Kebijakan moneter yang terlalu lama berlangsung. Penundaan reformasi struktural. Penurunan demografi. Sejarah menunjukkan: Kekuatan ekonomi tidak mutlak. Posisi terdepan bisa berbalik hanya dalam satu generasi. Dari kisah Jepang hingga era AI saat ini, setiap puncak mengandung benih siklus berikutnya.

NVDA2,4%
JPN225-0,99%
4-11,72%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan