Saya menyadari bahwa banyak trader tidak bisa membaca tren dengan benar – dan itulah yang paling banyak merugikan mereka. Kabar baiknya: Dengan beberapa aturan sederhana, seluruh permainan menjadi jauh lebih transparan.



Mari kita mulai dengan yang paling penting: Pada pasar bullish selalu terjadi pola yang sama. Harga secara terus-menerus membentuk higher highs dan higher lows – itu sinyal bahwa harga akan naik. Sebaliknya, pada tren bearish, harga selalu menghasilkan lower highs dan lower lows. Terlihat sederhana, tapi kebanyakan orang sama sekali mengabaikannya.

Triknya adalah melihat kerangka waktu yang tepat. Mulailah selalu dengan grafik besar – grafik harian atau mingguan. Apa yang tampak kacau di kerangka waktu yang lebih kecil, pada akhirnya selalu mengikuti arah kerangka waktu yang lebih besar. Jadi, kamu bisa memanfaatkan fluktuasi kecil untuk menempatkan posisi dalam tren besar.

Tren bullish tidak bisa diabaikan jika harga tidak pernah turun di bawah low sebelumnya. Itu konfirmasi bahwa semuanya masih dalam kondisi baik. Begitu juga dengan fase bearish – begitu harga tidak lagi mencapai high sebelumnya, kamu tahu bahwa para bearish masih memegang kendali.

Di mana kamu masuk? Itu seni. Harga tidak pernah bergerak lurus ke atas. Ada retracement, konsolidasi – terkadang terlihat seperti tidak ada apa-apa, tapi di grafik yang lebih kecil kamu mungkin melihat pullback 30 persen. Jika harga jatuh ke zona kritis dari kerangka waktu yang lebih besar (yaitu low higher sebelumnya dalam tren bullish), itu bisa menjadi titik masukmu. Targetnya: mencapai level tertinggi baru.

Pada pasar bearish, kebalikannya berlaku. Jika harga melompat ke zona atas dari kerangka waktu yang lebih besar, kamu mencari sinyal short di sana. Targetnya adalah level terendah baru.

Yang penting sekarang: Tren tidak bertahan selamanya. Dan di sinilah kebanyakan orang kehilangan seluruh uang mereka. Mereka pesimis, tren sedang bullish, tapi mereka tidak percaya dan terus menjual. Atau mereka optimis, tren berbalik bearish, dan mereka membeli lagi saat harga turun.

Bagaimana mengenali perubahan tren? Dengan metode yang sama. Dalam tren bullish, pecahnya lower low adalah sinyal – mulai saat itu, kamu harus menjadi skeptis. Ada yang mengambil keuntungan, ada yang membuka posisi short. Itu tergantung gaya tradingmu.

Sebaliknya: Jika tren bearish pecah dan harga naik melewati higher lows, maka suasana berubah. Itu saatnya kamu harus meninggalkan pandangan bearish dan kembali menjadi bullish.

Aturannya sebenarnya sangat sederhana: Bersikap optimis saat tren bullish. Bersikap pesimis saat tren bearish. Dan jika tren berubah, ubah sikapmu. Itu semua yang dibutuhkan untuk bertahan dan sukses dalam jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan