Google merilis "Gemini Intelligence"…… dari Android meluas ke laptop kelas atas

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Google mengungkapkan fitur kecerdasan buatan baru “Gemini Intelligence” yang meningkatkan ekosistem Android ke tahap berikutnya serta lini produk laptop baru “Google Books”. Dari mengelola berbagai tugas melalui perintah bahasa alami di ponsel pintar, hingga memperkuat strategi perangkat konsumen di laptop berbasis fitur produktivitas Gemini.

Google merilis fitur dan produk terkait pada acara daring “The Android Show” tanggal 13 (waktu setempat). Bersamaan, fitur keamanan yang diumumkan fokus pada penanganan aplikasi berbahaya, pencurian perangkat, upaya pencurian akun keuangan, dan masalah serupa.

Inti dari semuanya adalah “Gemini Intelligence”. Fitur ini mampu memahami perintah bahasa alami di dalam aplikasi Android dan menjalankan tugas yang memerlukan beberapa langkah. Misalnya, pengguna dapat memotret brosur perjalanan dan meminta pemesanan sesuai jadwal tersebut, atau meminta pencarian tempat parkir di dekat lokasi pertunjukan dan melakukan reservasi.

Fitur ini juga terintegrasi dengan Chrome versi mobile. Menurut Google, Gemini Intelligence dapat mempercepat tugas seperti perbandingan belanja online atau riset informasi. Selain itu, mendukung fitur pengisian otomatis yang ditingkatkan, memanfaatkan informasi yang disimpan di layanan Google seperti Gmail untuk mengisi formulir input.

Wakil Presiden Manajemen Produk Google, Mindy Brooks, menjelaskan melalui blog bahwa koneksi pengisian otomatis dengan Gemini adalah “opsional”, pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya sesuai kebutuhan. Ini dipandang sebagai bagian dari penekanan kontrol data pribadi sambil memperluas kecerdasan buatan generatif.

Fungsi input juga diperbaiki. Aplikasi keyboard Google “Gboard” menambahkan fitur suara bernama “Rambler”. Fitur ini secara otomatis mengatur ulang ekspresi yang berulang atau redundan selama proses pengetikan, mengubahnya menjadi kalimat yang lebih alami. Dikatakan, fitur ini berbasis model Gemini multibahasa, sehingga bahkan saat beralih bahasa di tengah bicara, dapat diproses secara relatif alami.

Fitur baru lainnya, “Create My Widget”, memungkinkan pengguna membuat aplikasi sederhana atau widget hanya dengan perintah bahasa alami. Misalnya, membuat tampilan data prakiraan cuaca esok hari secara visual. Google menyatakan widget ini dapat memanfaatkan data dari internet terbuka dan informasi dari akun Google pengguna secara bersamaan.

Gemini Intelligence akan mulai diutamakan pada ponsel Google Pixel dan Samsung Galaxy dari musim panas tahun ini. Diperkirakan, hingga akhir tahun akan diperluas ke perangkat Android lain termasuk perangkat wearable. Ini menunjukkan bahwa Google tidak hanya fokus pada perangkat sendiri, tetapi juga mempertimbangkan perluasan ekosistem Android secara keseluruhan.

Pengumuman Laptop Baru “Google Books”… Gabungan ChromeOS dan Android

Google juga mengumumkan kategori laptop baru bernama “Google Books”. Seri ini akan diproduksi oleh produsen PC utama seperti HP, Dell, Lenovo, meskipun spesifikasi model berbeda, semuanya diperkirakan akan dirilis sebagai perangkat kelas atas. Menurut kabar, tampilannya akan dilengkapi dengan garis lampu LED persegi berjudul “Glow Bar”.

Perbedaan utama Google Books terletak pada perangkat lunaknya, bukan hardware. Sistem operasinya dirancang menggabungkan platform laptop ringan ChromeOS dan elemen Android. Ini dipandang sebagai strategi Google untuk mengintegrasikan pengalaman mobile dan PC ke dalam satu lingkungan yang berpusat pada kecerdasan buatan.

Fitur utamanya adalah “Magic Pointer”. Ketika pengguna menggerakkan kursor di atas konten tertentu, Gemini dapat langsung dipanggil. Misalnya, memilih dua desain iklan dari folder Dropbox dan meminta penggabungan keduanya menjadi satu hasil. Juga akan disediakan “Create My Widget” khusus laptop dan mendukung menjalankan aplikasi Android.

Direktur Senior Divisi Laptop dan Tablet Google, Alex Kuscher, menjelaskan di blog bahwa melalui “Quick Access”, pengguna dapat langsung melihat, mencari, dan melampirkan file dari ponsel di dalam penelusur file laptop. Ini dipandang sebagai upaya menyaingi pengalaman integrasi Apple dengan meningkatkan konektivitas tanpa perlu proses transfer tambahan.

Persaingan Kecerdasan Buatan: Dari Pencarian Hingga Seluruh Perangkat

Pengumuman ini menunjukkan bahwa kompetisi kecerdasan buatan generatif sedang menyebar dari pencarian dan layanan cloud ke seluruh perangkat konsumen. Terutama, Gemini Intelligence bukan sekadar chatbot, melainkan AI “eksekusi” yang fokus pada tugas nyata seperti penjadwalan, perbandingan, penulisan, dan pembuatan.

Namun, ada penilaian bahwa keberhasilan tergantung pada pengalaman pengguna nyata. Meski otomatisasi berbasis bahasa alami sangat praktis, faktor seperti akses data pribadi, efisiensi baterai, kompatibilitas aplikasi, dan potensi kesalahan operasional kemungkinan besar akan mempengaruhi reaksi konsumen. Google menegaskan fitur keamanan dan kebijakan “bergabung secara sukarela” juga dipandang sebagai langkah mengatasi kekhawatiran tersebut.

Pada akhirnya, langkah berisiko Google ini adalah menghubungkan Android dan laptop melalui pengalaman kecerdasan buatan yang terpadu. Apakah Gemini Intelligence dapat membuktikan manfaatnya secara penuh di ponsel pintar, dan apakah Google Books dapat memastikan keunggulan diferensiasi di pasar laptop kelas atas, akan menjadi fokus perhatian di masa depan.

TP AI Catatan: Menggunakan model bahasa TokenPost.ai, artikel ini dirangkum. Isi utama mungkin ada yang terlewatkan atau tidak sesuai fakta.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan