Otak manusia akan terus menghasilkan ide dan emosi, tetapi seringkali ide-ide ini hanyalah "reaksi otomatis", tidak selalu nyata atau berguna. Jika seseorang terus mengikuti pikiran-pikiran ini, mereka cenderung terjebak dalam kecemasan, konflik internal, dan pembesaran emosi. Psikologi lebih menekankan pada kemampuan: menyadari tetapi tidak terbawa arus. Yaitu kamu bisa melihat "apa yang sedang saya pikirkan, apa yang sedang saya rasakan", tetapi tidak menganggapnya sebagai seluruh diri sendiri. Ketika seseorang tidak lagi terlalu mengidentifikasi diri dengan pikiran dan emosinya, mereka lebih mudah melihat sesuatu secara tenang dan objektif, serta tidak mudah dipengaruhi oleh impuls dan prasangka. Keadaan ini dalam psikologi mindfulness disebut "decentering" atau "jarak psikologis". Ini bukan menjadi dingin, tetapi: emosi boleh ada, tetapi tidak dikendalikan oleh emosi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan