Belakangan ini saat saya meninjau kembali catatan perdagangan, saya teringat lagi tentang aturan 123 ini. Sejujurnya, metode ini memang sangat praktis digunakan, terutama bagi mereka yang ingin menyederhanakan logika perdagangan.



Pertama, mari kita bahas apa sebenarnya aturan 123 itu. Sebenarnya sangat sederhana, yaitu dengan mengamati perubahan tiga titik untuk menentukan apakah tren akan berbalik. Dalam tren naik, jika harga terlebih dahulu menembus garis tren naik, kemudian melakukan koreksi tetapi tidak menembus titik tertinggi sebelumnya, dan akhirnya turun kembali dan menembus titik terendah dari koreksi tersebut, maka itu menandai sinyal pembalikan. Tren turun pun berlaku dengan logika yang sama. Singkatnya, aturan 123 adalah mengenali struktur kenaikan dan penurunan yang berurutan, dan munculnya struktur ini menandakan arah pasar mungkin akan berubah.

Saya rasa, keunggulan utama dari aturan 123 terletak pada kepraktisannya. Pertama, dapat digunakan untuk mengonfirmasi tren. Ketika Anda melihat rangkaian tren naik atau turun yang berkelanjutan, lalu tiba-tiba muncul pola 123 terbalik, maka secara dasar bisa dipastikan tren akan berbalik arah. Kedua, aturan ini bisa dijadikan sinyal untuk menutup posisi atau mengurangi posisi. Dibandingkan pola pembalikan seperti double top, double bottom, atau head and shoulders, frekuensi muncul pola 123 lebih tinggi karena berasal dari prinsip dasar tren, sehingga menggunakannya untuk menutup posisi secara tepat lebih dapat diandalkan.

Ada juga satu penggunaan yang sangat praktis untuk entry posisi. Titik break dari pola 123 sangat jelas, sehingga tidak sulit dikenali, dan sangat feasible dalam praktik nyata. Ketika harga menembus titik kedua, biasanya itu adalah sinyal awal tren baru, dan saat itu peluang masuk posisi lebih tinggi.

Saya sendiri paling sering menggabungkan aturan 123 dengan indikator RSI. Area overbought dan oversold dari RSI memang memiliki kekurangan, pertama karena hanya menunjuk satu area saja dan kurang presisi; kedua, dalam tren satu arah, RSI cenderung menjadi tumpul, muncul kondisi overbought dan oversold berulang yang bisa menyebabkan stop loss sering terjadi. Tapi jika menggunakan aturan 123 sebagai sinyal trading untuk menyaring, kita bisa masuk posisi lebih akurat di area overbought/oversold dan juga menyaring noise, sehingga tingkat keberhasilan meningkat.

Sejujurnya, aturan 123 terlihat sederhana, tapi jika digunakan dengan baik, kekuatannya besar. Pemula pun mudah menguasainya karena logikanya jelas dan tidak memerlukan perhitungan rumit. Saya sarankan semua orang mempelajari aturan 123 ini secara mendalam, lalu sesuaikan dengan gaya trading masing-masing, dan kombinasikan dengan indikator lain untuk menciptakan metode trading yang lebih cocok. Dengan konsistensi, pasti kemampuan trading akan meningkat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan