bagus

Lihat Asli
BlackBullion_Alpha
#rsETHAttackUpdate
Masih Banyak Peretasan, JPMorgan Sebut Minat Institusi Ke DeFi Terhambat

JPMorgan menyatakan bahwa eksploitasi keamanan yang terus berulang menjadi penghalang utama bagi institusi keuangan untuk masuk ke sektor DeFi. Analis JPMorgan, yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou, menyoroti peretasan cross-chain bridge pada Kelp DAO baru-baru ini sebagai bukti nyata kerentanan industri yang telah melenyapkan sekitar $20 miliar dari Total Value Locked (TVL) DeFi hanya dalam hitungan hari.
​Peretasan tersebut mengakibatkan munculnya utang buruk senilai $230 juta di protokol Aave dan memicu kepanikan penarikan dana massal. JPMorgan mencatat bahwa sifat interkonektivitas antar-protokol DeFi justru menjadi pedang bermata dua yang mempercepat penularan risiko sistemik. Selain itu, TVL DeFi jika diukur dalam satuan ETH terlihat stagnan sejak tahun 2022, sebuah metrik yang menurut analis menunjukkan kurangnya pertumbuhan organik yang dibutuhkan untuk menarik modal institusional jangka panjang.
​Kondisi ketidakpastian ini memicu tren flight to safety, di mana para trader dan investor cenderung mengalihkan likuiditas mereka ke Tether (USDT) sebagai aset pelarian utama. JPMorgan menyimpulkan bahwa meskipun audit smart contract telah meningkat, celah keamanan pada bridge blockchain tetap menjadi tantangan besar. Tanpa perbaikan sistemik pada aspek keamanan dan efisiensi modal, DeFi diprediksi akan sulit mendapatkan alokasi likuiditas yang signifikan dari sektor TradFi.
repost-content-media
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan