💥 BESAR:


AS menolak permintaan Prancis untuk membantu dalam penyelidikan terhadap X milik Elon Musk.
Jaksa penuntut Prancis sedang menyelidiki dugaan bias algoritma, deepfake, dan konten ilegal di platform tersebut.
Namun Departemen Kehakiman AS menolak bekerja sama — berargumen bahwa kasus ini bertentangan dengan prinsip kebebasan berbicara dan tampak dipolitisasi.
Ini lebih besar dari sekadar satu platform.
Ini adalah bentrokan langsung antara dua pendekatan:
• Eropa mendorong regulasi konten yang lebih ketat
• AS cenderung melindungi kebebasan berbicara
Di pusat semuanya adalah X — dan pertanyaan yang semakin berkembang tentang siapa yang mengendalikan narasi daring.
Saat pemerintah mengambil sisi, masa depan platform digital mungkin lebih dipengaruhi oleh geopolitik daripada teknologi.
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan