Perdagangan harus melalui 6 tahap, hanya orang yang mampu bertahan yang berhak mengatakan diri mereka stabil menguntungkan.


Tahap pertama, tahap penjudi murni, orang yang baru masuk ke pasar umumnya menganggap pasar sebagai kasino, diri mereka sendiri adalah penjudi, mata hanya melihat kenaikan dan penurunan, saat naik buru-buru ikut beli, saat turun langsung short, mendapatkan sedikit uang merasa diri adalah orang pilihan, rugi langsung ingin masuk lagi, ingin mengembalikan kerugian, kepala penuh dengan mimpi kaya mendadak, selalu berpikir untuk taruhan besar sekaligus. Tahap ini sebenarnya tidak perlu belajar teknik apa pun, yang paling dibutuhkan adalah kesadaran, pasar bukan kasino, kamu juga bukan dewa judi, tanpa rencana dan aturan, melakukan sembarangan, esensinya adalah bunuh diri secara perlahan.
Tahap kedua, tahap fanatik teknik, kerugian yang banyak mulai menganggap teknik sebagai
tali penyelamat,
belajar garis K, gelombang, teori rantai, kuantitatif, berbagai hal, hari ini ganti indikator, besok ganti sistem, selalu merasa cukup belajar satu trik lagi bisa stabil menghasilkan uang, ketakutan terhadap kerugian berubah menjadi obsesi terhadap kepastian 100%. Sebenarnya kamu bukan kurang teknik, terlalu serakah. Teknik tidak bisa menyelamatkan orang, sistem trading adalah arahnya. Jika jalannya salah, semakin berusaha malah semakin cepat rugi.
Tahap ketiga, tahap pemahaman sistem. Semua prinsip sudah dipahami, tapi tidak bisa melakukannya. Akhirnya mengerti, hanya mengandalkan teknik tidak cukup, harus punya satu sistem trading lengkap, jalan mendapatkan dan jalan kembali. Eksekusi adalah hal lain, Oya khawatir, takut kehilangan peluang, tetap sering masuk pasar, tetap dipukul balik oleh pasar. Secara rasional sangat sadar, secara emosional benar-benar kehilangan kendali, ini adalah tahap paling menyakitkan, bukan pasar yang menyulitkanmu, tapi dirimu sendiri yang berjuang melawan dirimu sendiri, saat ini tidak perlu belajar pengetahuan baru, yang kamu butuhkan adalah pengendalian diri dan kesabaran.
Tahap keempat, tahap kesadaran sistem. Mulai mengikuti aturan, tapi kadang masih lembut hati dan sulit menahan diri, bisa mengikuti aturan trading, mengendalikan sebagian besar impuls, tapi kadang masih tidak bisa menahan diri untuk membuka posisi sembarangan. Hanya satu dua kali melakukan operasi emosional, keuntungan yang sebelumnya stabil dan solid langsung hilang. Berjuang antara rasional dan serakah, dari kekacauan total menjadi bisa disiplin sebagian besar waktu sudah merupakan terobosan besar, hanya satu langkah lagi menuju stabilitas keuntungan, tidak lagi kompromi dengan diri sendiri.
Tahap kelima, tahap pelaksanaan sistem. Keuntungan lebih penting dari segalanya, benar-benar memahami bahwa kekuatan eksekusi adalah inti trading, sinyal muncul langsung masuk pasar, sinyal hilang langsung keluar, tidak melakukan prediksi, tidak berimajinasi, tidak mencari alasan, hanya menjadi pelaku yang tenang, keuntungan perlahan stabil, mental juga menjadi tenang, rasional mengalahkan emosi, disiplin mengalahkan keinginan. Bisa menahan diri untuk tidak sembarangan bergerak, bukan karena takut, tapi karena rasa hormat yang tulus terhadap pasar. Saat ini satu-satunya musuh adalah kesombongan dan kepuasan diri.
Tahap keenam, tahap tidak melakukan apa-apa. Tidak ada keinginan, hati tanpa beban, mata penuh jalan. Sampai pada tingkat ini, trading menjadi seperti bernafas secara alami, tidak perlu mengawasi layar mati-matian, tidak gelisah memprediksi, melihat satu garis K, satu perubahan pasar, sudah bisa membaca irama dan niat pasar, tidak lagi berusaha keras mencari uang, hanya berusaha melakukan setiap langkah dengan benar, keuntungan hanyalah hasil alami, sampai di sini, kamu benar-benar menjadi trader sejati. Bukan penjudi, bukan penggemar teknik, melainkan seorang praktisi. Kebanyakan orang terjebak di tahap ketiga seumur hidup, tahu harus disiplin tapi selalu gagal mengendalikan tangan sendiri. Pasar tidak pernah kekurangan teknik, tidak kekurangan orang pintar, yang kurang adalah orang yang mampu menahan kesepian, menahan godaan, dan mematuhi aturan. Ingat satu kalimat, pada akhirnya trading adalah tentang kekuatan manusia, dan pengembangan manusia sampai ke puncaknya adalah tidak melakukan apa-apa. Trading bukan sekadar menyalin jawaban, yang lebih penting adalah logika penilaian dan risiko.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan