Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dari PlusToken ke cadangan nasional, bagaimana China menjadi pemilik Bitcoin terbesar kedua di dunia
一个看似矛盾的现象正在浮出水面:中国在政策层面全面禁止加密货币交易与挖矿,却在国家层面悄然积累了接近美国规模的比特币储备。根据最新消息,中国政府目前控制约19.4万枚比特币,已逼近美国的19.8万枚,这一数字足以改写我们对"国家资产配置"的认知。
Kebijakan Larangan dan Konsolidasi Kepemilikan Negara yang Bertentangan
Perbandingan Cadangan Bitcoin China dan AS
Perbandingan ini mengungkapkan sebuah logika mendalam: pembatasan pemerintah terhadap transaksi kripto publik tidak sama dengan penolakan terhadap nilai aset Bitcoin. Pendekatan China sebenarnya adalah strategi “larang di depan, simpan di belakang layar”, yang mencerminkan posisi khusus Bitcoin dalam pengelolaan aset tingkat nasional.
Kasus PlusToken: Dari Risiko ke Aset Negara
Kasus PlusToken terjadi pada 2019, melibatkan aliran aset kripto ilegal dalam skala besar. Setelah itu, aparat penegak hukum secara serempak mengambil alih aset tersebut, dan China secara tak terduga menjadi salah satu pemilik Bitcoin terbesar di tingkat pemerintah. Ini bukan strategi aktif, melainkan hasil penegakan hukum, namun secara nyata menunjukkan satu kenyataan: ketika aset kripto dalam jumlah besar diambil alih negara, pilihan yang diambil bukan menghancurkan, melainkan menyimpan dan mengelola.
Sebaliknya, Bitcoin yang dimiliki AS sebagian besar berasal dari penyitaan dalam beberapa operasi penegakan hukum lintas negara. Kedua negara memiliki jalur perolehan berbeda, tetapi keduanya memilih untuk menyimpan Bitcoin tersebut sebagai cadangan strategis.
Perubahan Posisi Strategis Bitcoin
Dari Instrumen Investasi ke Aset Cadangan
Menurut analisis industri, Bitcoin ini lebih mirip cadangan strategis, berfungsi seperti emas atau devisa, digunakan untuk lindung nilai dan likuiditas dalam kondisi ekonomi ekstrem. Penilaian ini sangat penting: ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang dipandang secara nasional sebagai aset digital yang memiliki potensi penyimpanan nilai jangka panjang, bukan sekadar alat spekulasi.
Harga Bitcoin saat ini adalah 87.977,81 dolar AS, dan cadangan China sebesar 19.4万枚 bernilai sekitar 170 miliar dolar AS. Skala ini, meskipun relatif kecil dibandingkan cadangan devisa nasional, cukup menunjukkan bahwa posisi Bitcoin dalam pengelolaan aset resmi telah meningkat dari “aset risiko” menjadi “cadangan strategis”.
Variabel Baru dalam Struktur Pasokan Pasar
Fenomena ini juga mengubah struktur pasokan pasar Bitcoin. Berdasarkan data terkait, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini adalah 19,98 juta (95,15% dari total), dengan kapitalisasi pasar mencapai 1,76 triliun dolar AS, dan pangsa pasar 59,01%. Jika diperkirakan, total sekitar 40万枚 Bitcoin dimiliki oleh pemerintah China dan AS (dengan asumsi konservatif), ini berarti sebagian besar Bitcoin yang beredar di dunia terkunci di tingkat negara, tidak bisa masuk ke pasar.
Dampaknya terhadap pasar bersifat ganda: di satu sisi, kepemilikan negara memberikan dasar psikologis untuk harga turun; di sisi lain, penguncian jangka panjang ini mengurangi pasokan efektif di pasar.
Reaksi Pasar terhadap Fenomena Ini
Investor mulai lebih memperhatikan jumlah Bitcoin yang dimiliki oleh berbagai negara, karena ini tidak hanya mempengaruhi struktur pasokan pasar, tetapi juga secara tidak langsung mencerminkan pengakuan implisit terhadap aset digital oleh negara. Kesenjangan antara cadangan Bitcoin China dan AS terus menyempit, mengirimkan sinyal bahwa posisi strategis Bitcoin secara global semakin jelas.
Perlu dicatat bahwa kepemilikan tingkat pemerintah ini tidak akan mengubah sikap regulasi China terhadap transaksi kripto, tetapi menunjukkan satu kenyataan: Bitcoin sebagai aset digital sudah diakui nilainya oleh pengambil keputusan tingkat nasional.
Kesimpulan
Eksposur 19.4万枚 Bitcoin China membantah stereotip bahwa larangan kebijakan berarti penolakan terhadap nilai. Bitcoin sebanyak itu berasal dari penegakan hukum dalam kasus PlusToken, dan kini menjadi cadangan strategis negara, mendekati skala kepemilikan AS. Fenomena ini mencerminkan bahwa Bitcoin sedang bertransformasi dari aset spekulatif menjadi aset cadangan strategis, dan pengakuan dari tingkat negara jauh lebih penting daripada pernyataan kebijakan semata. Bagi pasar, yang penting adalah memahami pengaruh kepemilikan pemerintah terhadap struktur pasokan dan apa yang tercermin dari sikap jangka panjang negara terhadap aset digital.