Emas Mencapai Rekor Tertinggi karena Kerusuhan di Iran Meningkatkan Permintaan Safe-Haven

BTC-1,15%

Harga emas melonjak ke level tertinggi secara historis pada 12 Januari, sementara sempat mencapai $4.600 per ons. Investor berbondong-bondong ke logam mulia ini sebagai aset safe-haven di tengah ketidakstabilan yang sedang berlangsung di Iran dan meningkatnya ketegangan politik seputar Federal Reserve AS. Meskipun sempat mengalami lonjakan tajam, harga kemudian sedikit menurun tetapi tetap mengakhiri minggu dengan kenaikan yang signifikan lebih dari 4%, menandai rekor baru untuk emas.

Kenaikan harga emas terjadi karena ketegangan meningkat di Iran, di mana protes terhadap inflasi dan keruntuhan mata uang memasuki minggu ketiga. Organisasi hak asasi manusia melaporkan ratusan kematian dan ribuan penangkapan dalam demonstrasi yang sedang berlangsung. Ketidakstabilan ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis keamanan yang lebih luas di Timur Tengah, mendorong investor mencari perlindungan di aset defensif.

Situasi geopolitik semakin memburuk ketika Presiden AS Donald Trump menyarankan intervensi militer jika Iran melanjutkan tindakan keras yang kekerasan. Pernyataan Trump memicu ketakutan akan eskalasi konflik, memicu pelarian ke emas sebagai investasi yang aman. Harga spot emas mencapai level tertinggi baru dalam perdagangan intraday, dengan kontrak berjangka juga mencapai level rekor.

Ketegangan yang meningkat di Federal Reserve AS Menambah Daya Tarik Emas

Selain ketidakstabilan di Iran, peserta pasar juga fokus pada kebijakan moneter Federal Reserve AS. Seiring kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut, investor beralih ke safe-haven tradisional seperti emas, yang secara historis berkinerja baik selama periode ketidakpastian. Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, dipadukan dengan tindakan Fed, turut berkontribusi pada lonjakan harga emas.

Perubahan sentimen investor ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang potensi ketidakstabilan global yang lebih besar. Seiring situasi di Iran terus berkembang, permintaan terhadap emas sebagai aset aman diperkirakan akan tetap kuat, dengan para analis memprediksi kenaikan lebih lanjut dalam jangka pendek.

Bitcoin Mengikuti Jejak Emas, Tapi Sulit Menyaingi Momentum

Sementara itu, harga Bitcoin tetap relatif tenang dibandingkan emas. Meskipun Bitcoin sempat mengalami rally pada 2025, cryptocurrency ini belum menandingi lonjakan emas. Para analis menunjukkan bahwa modal biasanya mengalir terlebih dahulu ke aset safe-haven tradisional seperti emas, sebelum akhirnya mengalir ke cryptocurrency. Meskipun Bitcoin mencapai puncak di atas $126.000 pada Oktober, ia kesulitan untuk mendapatkan kembali momentum tersebut dan kini berkonsolidasi di sekitar angka $90.000. Break di atas $94.500 akan diperlukan agar bullish Bitcoin dapat mengendalikan pasar dan mendorong ke ambang $100.000.

Kenaikan rekor emas menandakan meningkatnya permintaan akan keamanan di masa yang tidak pasti. Seiring ketegangan yang meningkat secara global, baik logam mulia maupun cryptocurrency akan terus berfungsi sebagai indikator utama sentimen investor.

Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Gold Reaches Record High as Iran Unrest Fuels Safe-Haven Demand on Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita crypto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar