Postingan

🐍 Hari ke-23 belajar Python — dan hari ini saya menyadari sesuatu yang penting:


Sistem inventaris seharusnya tidak hanya mengetahui berapa banyak produk yang tersedia.
Sistem tersebut juga harus mengetahui kondisi produk-produk tersebut.
Bayangkan sebuah supermarket memiliki 100 botol jus.
Sistem dasar mungkin hanya akan mengatakan:
📦 Stok: 100 botol
Namun, bagaimana jika:
• 70 botol dalam kondisi baik
• 10 botol rusak
• 20 botol hampir kedaluwarsa
Secara teknis, masih ada 100 botol.
Namun, bisnis tersebut sebenarnya tidak memiliki 100 botol stok yang dapat digunakan.
Itulah masalah yang sedang saya pelajari untuk diselesaikan.
Alih-alih memperlakukan setiap produk hanya sebagai "tersedia", sistem seharusnya melacak kondisi produk.
Contohnya:
✅ Baik → tersedia untuk dijual
❌ Rusak → tidak boleh dihitung sebagai stok yang dapat digunakan
⚠️ Hampir kedaluwarsa → memerlukan peringatan atau penjualan prioritas
Hal ini mengubah cara saya memandang pengembangan perangkat lunak.
Saya tidak lagi hanya mempelajari sintaks Python.
Saya sedang belajar bagaimana mengambil masalah bisnis di dunia nyata dan mengubahnya menjadi sistem yang dapat memahami serta mengelolanya.
Itulah arah yang saya ambil dengan Sistem Manajemen Inventaris Python saya.
Hari ke-23 selesai. 🚀
Besok, kita lanjutkan pengembangannya.
#Python #100DaysOfCode #SoftwareEngineering #Pemrograman #BuildInPublic
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.


Tambahkan komentar
Tambahkan komentar

Komentar
Hussainwalidjoy
4 jam yang lalu
Pergerakan itu gila banget 🔥
0Lihat Asli
ThisIsTranslateContent:Sun555
21 jam yang lalu
Ulasan Pertama
Hai, kamu belajar dari mana?
0Lihat Asli