Postingan
Pasar minyak sedang menunjukkan gambaran yang tidak biasa akhir-akhir ini. Untuk memahami arah harga, pertama-tama kita harus melihat grafik, lalu arus berita di baliknya.

Apa yang Ditunjukkan Grafik?

Pada grafik pertama, minyak mentah Brent diperdagangkan di 105,43 dolar AS, setelah sempat turun hingga 104,54 dolar AS pada hari itu. Ini menunjukkan aksi jual tajam dan mengindikasikan bahwa pasar sedang mencari arah. Grafik kedua menunjukkan Brent di 100,48 dolar AS, dengan volume perdagangan 24 jam berada di sekitar 643.000 barel. Angka-angka ini menunjukkan pasar yang sangat volatil, tempat investor dapat dengan cepat mengubah posisi mereka.

Faktor-Faktor yang Mendorong Harga Naik

Faktor utama di balik kenaikan harga minyak baru-baru ini adalah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang telah berlangsung selama enam bulan. Rabu lalu, minyak mentah Brent naik di atas 100 dolar AS untuk pertama kalinya sejak 24 Juli. Lonjakan ini dipicu oleh serangan yang dilancarkan Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi di Arab Saudi.

Ada satu poin yang sangat penting: volume minyak yang melewati Selat Hormuz telah turun dari tingkat sebelum konflik sebesar 8–9 juta barel per hari menjadi kurang dari 2 juta barel. Ini menandakan pembatasan parah terhadap pasokan minyak global.

Rute alternatif yang dikembangkan Arab Saudi untuk mengatasi situasi ini juga berada di bawah ancaman. Negara tersebut sebelumnya mengalihkan minyak ke pelabuhan Laut Merah Yanbu untuk menghindari risiko yang terkait dengan Selat Hormuz. Namun, serangan Houthi di sekitar Selat Bab el-Mandeb juga membuat rute alternatif ini berisiko. Situasi di Front OPEC+

Negara-negara OPEC+ mengambil keputusan penting Minggu lalu dengan memilih untuk tidak mengubah target produksi bulan Oktober. Dalam pertemuan yang dihadiri Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, diputuskan untuk mempertahankan tingkat produksi yang sama seperti pada September.

Ada latar belakang penting di balik keputusan ini: untuk pertama kalinya sejak April, OPEC+ memilih untuk tidak meningkatkan produksi. Alasannya adalah iklim konflik membatasi pengaruh yang dapat diberikan negara-negara OPEC+ terhadap pasar. Bahkan jika produksi ditingkatkan, minyak tersebut tidak dapat mencapai pasar global karena jalur aman melalui Selat Hormuz tidak terjamin.

Persediaan Menimbulkan Kekhawatiran

Faktor utama lain yang mendorong harga naik adalah berkurangnya persediaan minyak global dengan cepat. Menurut data dari Administrasi Informasi Energi AS, persediaan global telah turun sekitar 400 juta barel tahun ini dan diperkirakan akan terus menurun sepanjang sisa tahun ini.

Sementara itu, Cadangan Minyak Strategis AS berada pada level terendah sejak 1982. Situasi ini mengindikasikan kapasitas pasar yang sangat berkurang untuk menyerap guncangan pasokan baru.

Apa yang Terjadi Secara Singkat?

Dua dinamika berbeda saat ini sedang berbenturan di pasar minyak. Di satu sisi, ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan di Timur Tengah mendorong harga naik. Di sisi lain, sinyal terkait diplomasi menyebabkan volatilitas pasar yang tajam. Mengingat minyak mentah Brent turun ke 69 dolar AS pada Juli, melonjak ke 105 dolar AS, dan kini berfluktuasi di sekitar level 100 dolar AS, terlihat jelas bahwa pasar kesulitan menemukan arah yang pasti.

Para pakar menyatakan bahwa jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut, minyak mentah Brent dapat menguji level 120 dolar AS. Level-level ini tampaknya siap berdampak langsung bukan hanya pada pasar energi, tetapi juga inflasi global dan kebijakan suku bunga bank sentral.

Risiko Utama:

· Eskalasi di Selat Hormuz: Keselamatan navigasi di selat tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Iran; perjalanan setiap barel semakin bergantung pada izin Teheran.
· Ancaman terhadap Bab el-Mandeb: Rute alternatif di Laut Merah juga berada dalam jangkauan Houthi; pasar memperhitungkan risiko kedua selat berada di bawah tekanan secara bersamaan.
· Penghancuran permintaan: Harga tinggi mulai meredam permintaan, tetapi krisis di sisi pasokan gagal mengimbangi dampak ini.
· Kerapuhan diplomatik: Volatilitas dasar kesepakatan antara AS dan Iran membuat risiko perang tetap ada.

Harga minyak tampaknya akan terus berfluktuasi di sekitar level 100 dolar AS dalam jangka pendek. Namun, penurunan berkelanjutan kemungkinan kecil terjadi hingga situasi di Selat Hormuz menjadi jelas dan persediaan global kembali ke tingkat yang aman. Pasar saat ini sangat reaktif terhadap setiap perkembangan baru, dan volatilitas ini tampaknya akan terus berlangsung untuk beberapa waktu.

$BZ $XBRUSD
xbrusd
XBRUSD
CFD
--
-3,79%
‌ Lakukan riset sendiri 🔎
Bukan nasihat finansial ✔️
#𝐎𝐈𝐋
Lihat Asli
User_any
Asap Terdeteksi di Sepanjang Pipa Timur-Barat Arab Saudi: Tuduhan Serangan Belum Terkonfirmasi

Citra satelit telah mendeteksi asap tebal di sepanjang rute Pipa Minyak Mentah Timur-Barat yang strategis milik Arab Saudi. Citra tersebut menunjukkan kepulan asap besar di bagian pipa sebelah tenggara Medina, menuju Mahd adh-Dhahab. Sistem deteksi kebakaran FIRMS milik NASA juga mencatat anomali termal yang terkonsentrasi di area yang sama.

Status Verifikasi

Saat ini belum ada konfirmasi independen bahwa pipa tersebut telah diserang atau bahwa kebakaran yang terdeteksi berkaitan dengan infrastruktur minyak. NASA menyatakan bahwa meskipun sistem FIRMS dapat mendeteksi kebakaran aktif dan anomali termal, data tersebut saja tidak dapat menentukan apa yang terbakar atau penyebab sumber panas tersebut.

Pentingnya Strategis Pipa

East-West Pipeline, yang membentang sekitar 1.200 kilometer, mengangkut minyak mentah dari fasilitas produksi dan pemrosesan di wilayah Abqaiq, Arab Saudi bagian timur, ke Yanbu di pesisir Laut Merah. Fungsi utama pipa ini adalah memungkinkan pengangkutan minyak mentah Arab Saudi ke Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz. Fitur ini meningkatkan pentingnya pipa tersebut mengingat kondisi saat ini ketika lalu lintas maritim di Selat Hormuz dibatasi.

Ketegangan Regional dan Latar Belakang

Perkembangan ini bertepatan dengan periode meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi. Pada 8 September, Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Saudi Jazan, Abha, Najran, dan Khamis Mushait. Arab Saudi juga melancarkan serangan balasan di Yaman. Houthi juga merebut kota pelabuhan strategis Mokha di Laut Merah dan bergerak maju menuju Selat Bab el-Mandeb. Menurut data yang dikutip Associated Press, lalu lintas maritim yang melewati Bab el-Mandeb telah turun sekitar 60 persen akibat serangan Houthi sebelumnya.

Dampak terhadap Pasar Minyak

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, minyak mentah Brent melampaui level 108 dolar AS minggu ini, mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Namun, pada Jumat, harganya sedikit turun, dengan minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran 104 dolar AS. Secara mingguan, minyak mentah Brent telah naik lebih dari 8 persen nilainya.

Faktor utama yang mendorong pergerakan harga minyak mencakup pembatasan di Selat Hormuz dan persepsi risiko terkait rute pelayaran Laut Merah. Jika dugaan serangan terhadap pipa tersebut terkonfirmasi, hal itu akan mengindikasikan bahwa infrastruktur darat yang digunakan Arab Saudi untuk menghindari Selat Hormuz juga telah menjadi target.

Masih belum jelas apakah situasi yang melibatkan pipa tersebut telah menyebabkan gangguan terhadap arus minyak. Pernyataan resmi dan verifikasi independen terkait masalah ini akan sangat penting dalam menilai potensi dampak perkembangan tersebut terhadap pasar energi.

$XBRUSD $CL

Lakukan riset sendiri 🔎 Bukan nasihat keuangan ✔️
repost-content-media
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BZBZ-3,90%
XBRUSDXBRUSD-3,79%


Tambahkan komentar
Tambahkan komentar

Komentar
HarryCrypto
37 menit yang lalu
Menarik 👀
0Lihat Asli
HarryCrypto
37 menit yang lalu
Saya sedang memantau 👀
0Lihat Asli
YamahaBlue
2 jam yang lalu
Ulasan Pertama
Terima kasih, teman saya, atas informasinya 👍👍👍👍
0Lihat Asli