Strategy Kembali Memburu Bitcoin: Setelah Menjadi Pemegang Institusional Terbesar, Target Berikutnya Bukan Lagi Sekadar Bertahan



Strategy berencana kembali meningkatkan kepemilikan Bitcoin sebelum akhir tahun. Pernyataan CEO Phong Le ini muncul setelah perusahaan melakukan sejumlah penjualan BTC untuk memperkuat likuiditas, namun tetap mempertahankan posisi sebagai pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia.
Yang menarik, berita ini bukan sekadar tentang perusahaan yang ingin membeli lebih banyak Bitcoin.
Strategy sedang mencoba membuktikan bahwa menjual sebagian BTC tidak berarti meninggalkan strategi Bitcoin, melainkan bagian dari membangun mesin akumulasi yang lebih tahan lama.
Dari Akumulasi Agresif ke Manajemen Modal yang Lebih Canggih
Setelah penjualan terbaru, kepemilikan Bitcoin Strategy berada di sekitar 840.447 BTC. Sebelumnya, pada akhir kuartal II 2026, perusahaan melaporkan kepemilikan sekitar 843.775 BTC dan menyebut dirinya sebagai pemegang Bitcoin institusional terbesar secara global.
Dalam beberapa pekan terakhir, Strategy memang menjual 1.690 BTC senilai sekitar US$108,6 juta, sementara hasilnya digunakan untuk pembelian kembali saham preferen STRC. Di sisi lain, perusahaan meningkatkan cadangan dolarnya menjadi sekitar US$4,65 miliar.
Bagi sebagian pasar, penjualan tersebut terlihat seperti perubahan arah.
Namun angka yang lebih besar justru menunjukkan hal sebaliknya. CEO Phong Le mengatakan Strategy telah membeli sekitar 175.000 BTC sepanjang 2026, sementara BTC yang dijual sekitar 7.000 BTC, sehingga perusahaan tetap menjadi pembeli bersih dalam skala yang sangat besar.
Pertanyaan Besarnya: Berapa Banyak Bitcoin yang Cukup?
Inilah sudut pandang yang berbeda.
Bagi perusahaan biasa, memiliki aset dalam jumlah besar biasanya berarti tujuan akhirnya adalah diversifikasi.
Strategy justru membangun model sebaliknya: menjadikan Bitcoin sebagai inti strategi treasury, lalu membangun kas, saham preferen, dan instrumen pendanaan untuk mendukung akumulasi tersebut.
Dengan cadangan dolar yang lebih besar, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk memenuhi kewajiban keuangan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penjualan Bitcoin pada saat pasar melemah.
Artinya, kas besar dan pembelian Bitcoin bukan dua strategi yang saling bertentangan.
Kas dapat menjadi benteng yang memungkinkan Strategy kembali membeli ketika struktur modalnya siap.
Kesimpulan: Strategy Tidak Sedang Berhenti, tetapi Mengatur Napas untuk Putaran Berikutnya
Strategy sudah berada di posisi yang belum pernah dicapai perusahaan publik lain: lebih dari 840.000 BTC dalam neracanya.
Namun rencana untuk kembali meningkatkan kepemilikan sebelum akhir 2026 menunjukkan bahwa ukuran treasury saat ini belum dianggap sebagai garis akhir.
Bitcoin tetap menjadi tujuan. Likuiditas adalah pertahanan. Dan struktur modal adalah mesin yang memungkinkan Strategy terus membeli.
Jika Strategy benar-benar melanjutkan akumulasi tahun ini, pasar tidak hanya akan melihat pembelian BTC baru. Pasar akan melihat apakah model Bitcoin treasury yang dipelopori Michael Saylor mampu terus berkembang dari sekadar strategi akumulasi menjadi mesin keuangan jangka panjang berbasis Bitcoin.
#BTC $BTC
BTC0,36%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
1001 tayangan
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan