Goldman Sachs telah melakukan langkah signifikan di pasar produk pendapatan kripto, tetapi ini bukan “pengambilan posisi”; melainkan akuisisi langsung. Pada 12 Agustus, bank tersebut setuju untuk mengakuisisi NEOS Investments dalam transaksi tunai dan saham senilai hingga $2.25 billion, dengan BTCI, ETF yang berfokus pada pendapatan bitcoin, sebagai inti transaksi.



BTCI tidak secara langsung memegang bitcoin; sebaliknya, ETF ini menggunakan strategi covered call pada produk yang diperdagangkan di bursa seperti IBIT milik BlackRock dan ETF bitcoin milik VanEck, sehingga menghasilkan pendapatan bulanan. Per 31 Juli, dana tersebut memiliki aset bersih sekitar $1.1 billion, yang dicapai sejak peluncurannya pada Oktober 2024, menjadikannya salah satu contoh dengan pertumbuhan tercepat di bidang ETF bitcoin.

Angka-angka tersebut telah sepenuhnya terkonfirmasi: per 31 Juli, BTCI melaporkan rasio pembayaran sebesar 26.73% dan imbal hasil SEC 30 hari sebesar 1.62%, sementara nilai aset bersihnya telah menurun sebesar 25.54% sejak awal tahun dan 41.66% selama setahun terakhir. Estimasi awal menunjukkan bahwa sekitar 92% dari pembayaran Juli sebesar $0.6458 merupakan pengembalian pokok, yang berarti sebagian modal investor sendiri dikembalikan, bukan hasil investasi aktual.

Detail ini sangat penting karena kesenjangan antara rasio pembayaran yang tinggi dan kinerja negatif sejak awal tahun mengungkapkan karakteristik struktural dana pendapatan yang berbasis strategi covered call. Meskipun dana-dana ini menghasilkan arus kas rutin dari premi opsi, dana tersebut juga membatasi potensi kenaikan aset; ketika harga bitcoin naik tajam, dana tidak dapat sepenuhnya mengikuti kenaikan tersebut, tetapi ketika harga turun, dana terekspos pada penurunan secara penuh. Oleh karena itu, angka “imbal hasil” yang tampak tinggi pada dasarnya merupakan kombinasi antara distribusi kas rutin dan penurunan nilai modal.

Latar belakang strategis transaksi ini juga patut diperhatikan. Goldman Sachs sebenarnya telah mengajukan produk pendapatan bitcoin miliknya sendiri kepada SEC pada April, tetapi tidak pernah meluncurkannya. Sebaliknya, dengan mengakuisisi NEOS, Goldman langsung memperoleh akses ke produk dengan aset sekitar $59-60 million lebih besar daripada produk pesaing BlackRock, BITA, yang diluncurkan pada Juni, serta basis pelanggan yang telah terbukti. Transaksi ini juga memberikan Goldman produk pendapatan Ethereum, NEHI, sehingga total kepemilikan ETF dari ketiga dana tersebut mencapai lebih dari $130 billion, menempatkan perusahaan di posisi kedelapan di antara penyedia ETF aktif.

Bagi mereka yang mengikuti produk pendapatan bitcoin atau persaingan di pasar ETF kripto institusional, poin pentingnya adalah bahwa ketika melihat tingkat pembayaran yang mencolok sebesar 26-27%, penting untuk mempertimbangkan bahwa angka ini sebagian besar mencerminkan pengembalian pokok, bukan imbal hasil investasi aktual. Produk semacam ini mungkin masuk akal bagi investor yang mencari arus kas rutin, tetapi bukan alat yang sesuai bagi mereka yang ingin sepenuhnya memperoleh manfaat dari kenaikan harga bitcoin. Perjanjian tersebut diperkirakan selesai pada kuartal pertama 2027, dengan tunduk pada persetujuan regulator.

#StockTradingShareChallenge #我的七夕交易分享
#MyQixiTradingShare
DYOR 🔎 NFA ✔️
GS-1,82%
BTC0,63%
BLK0,56%
IBIT0,65%
ETH0,95%
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8085 tayangan
  • Hadiah
  • Komentar
  • 2
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan