Perubahan regulasi yang diusulkan Nasdaq kepada SEC memang sedang divalidasi, dan cakupannya sedikit lebih luas dari yang dinyatakan sebelumnya, mencakup bukan hanya Bitcoin, Ether, Solana, dan XRP, tetapi juga Chainlink dan Hedera.



Dalam pengajuan No. 42 kepada SEC, Nasdaq ISE mengusulkan penetapan kriteria standar untuk pencatatan opsi atas trust berbasis komoditas yang menyimpan aset digital. Salah satu detail teknis utama dalam pengajuan tersebut adalah penggantian istilah "aset kripto" dengan "komoditas digital", yang mengaitkan nilai dengan operasi terprogram serta dinamika penawaran dan permintaan dari suatu sistem kripto yang berfungsi, bukan dengan upaya manajerial pihak ketiga. Proposal tersebut juga memperkenalkan toleransi 15% untuk komoditas digital yang tidak memenuhi persyaratan pasar derivatif.

Pengajuan ini bukanlah langkah yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan alami dari langkah-langkah sebelumnya. Perubahan aturan Nasdaq ISE sebelumnya, yang disetujui SEC pada Maret 2026, mengizinkan perdagangan opsi atas trust berbasis komoditas yang menyimpan beberapa aset digital, alih-alih terbatas pada satu aset saja. Proposal terpisah dari NYSE Arca pada April 2026 memperkenalkan kerangka kerja 85-15 yang serupa, dengan mensyaratkan setidaknya 85 persen dari nilai aset bersih trust terdiri atas aset yang diperdagangkan di pasar teregulasi selama enam bulan, sebuah kriteria yang saat ini dipenuhi oleh bitcoin, ether, solana, dan XRP. Pengajuan terbaru Nasdaq memasukkan ketentuan-ketentuan ini ke dalam kerangkanya untuk opsi atas trust yang memenuhi syarat.

Manfaat praktis dari perubahan ini adalah berkurangnya kebutuhan akan proses persetujuan SEC terpisah untuk setiap produk yang memenuhi syarat. Pada Januari 2026, Nasdaq menghapus batas posisi 25.000 kontrak pada opsi yang terkait dengan ETF bitcoin dan ether, sehingga investor institusional dapat mengambil posisi yang jauh lebih besar. Kini, pengajuan baru ini bertujuan memperluas percepatan serupa ke berbagai aset yang lebih luas.

Waktunya juga patut diperhatikan, karena pengajuan ini bertepatan dengan periode ketika CLARITY Act masih terhenti di Senat. Undang-undang tersebut diharapkan dapat memperjelas batas kewenangan antara SEC dan CFTC, tetapi hingga akhir Juli masih menemui jalan buntu dalam negosiasi. Hal ini menunjukkan bahwa bursa berupaya mempercepat proses mereka sendiri dalam kerangka yang ada, alih-alih menunggu kejelasan regulasi di tingkat kongres.

Dampak dari standar pencatatan umum semacam ini sudah mulai terlihat; pada September 2025, sebuah dana indeks kripto yang disetujui SEC berdasarkan kerangka serupa menambahkan XRP, Solana, dan Stellar ke dalam portofolionya, bersama Bitcoin dan Ether. Hal ini memangkas proses pengajuan individual, yang sebelumnya memerlukan waktu lebih dari 240 hari, menjadi hanya 75 hari.

Bagi mereka yang mengikuti ETF kripto dan derivatif terkait melalui Gate, poin utamanya adalah bahwa penerapan kriteria standar semacam ini berarti ekspansi cepat pasar opsi untuk aset di luar Bitcoin dan Ether, sehingga menawarkan rangkaian alat yang jauh lebih luas bagi investor institusional untuk lindung nilai maupun spekulasi. Apakah proposal ini akan disetujui SEC dan kapan akan mulai berlaku merupakan perkembangan konkret yang perlu diperhatikan dalam beberapa minggu mendatang.

DYOR 🔎 NFA ✔️

#BerbagiPerdaganganQixiSaya
#MyQixiTradingShare #StockTradingShareChallenge
NDAQ1,86%
BTC6,14%
SOL6,53%
XRP6,64%
LINK5,16%
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
270 tayangan
  • Hadiah
  • Komentar
  • 2
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan