Tiongkok telah mengirim pergi tenaga kerja murah


namun menyambut mahasiswa murah

Membuat hati miris adalah para mahasiswa ini
adalah anak-anak dari para pekerja migran tani yang murah dulu
yang dengan penghasilan rendah dan jerih payah membesarkan mereka

Kong Yiji adalah orang yang minum sambil berdiri, namun hanya dia yang memakai jubah panjang

Ketika aku tumbuh, aku makin bisa merasakan dengan kejamnya
figur-figur dalam buku pelajaran Bahasa Mandarin

Kalau aku tidak kuliah, aku bisa dengan bebas
menjadi kasir
membersihkan piring di restoran
bahkan menjadi petugas kebersihan

Tapi karena aku sudah sekolah, aku tidak bisa membiarkan orang bilang
“kamu sudah kuliah tapi hasilmu tetap sama seperti aku”

Aku juga tidak bisa membuat orang tuaku merasa
meski aku bekerja tanpa henti siang malam,
aku masih tidak lebih baik daripada mereka yang jadi pekerja kasar

Setiap hari aku sibuk sampai “berangkat terbang”, sampai gajiku 3000 di tangan
bu kantin memberi makan dua kali sehari, sampai gajiku 5000 di tangan

Aku tidak mau menyerah, bukan karena meremehkan profesi-profesi ini
melainkan karena rasanya semua usaha bertahun-tahun itu sia-sia

Sekarang aku seperti Kong Yiji
Ijazah bukan cuma kunci untuk pintu, tapi juga panggung tinggi yang tak bisa kujejaki
dan juga seperti jubah panjang milik Kong Yiji yang tak bisa kulepaskan

Kalau aku tidak pernah melihat bulan
maka enam keping uang receh di bawah kakiku adalah seluruh hasratku seumur hidup
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan