Orang tidak takut melakukan kesalahan; yang mereka takutkan adalah kesalahan mereka ditunjukkan oleh orang lain.


Pada 2012, jari-jari kaki sebuah patung Yesus di India mulai meneteskan air secara aneh tanpa sebab yang jelas.
Para pemeluk berbaris menggunakan cangkir untuk menampungnya, percaya bahwa ini adalah mukjizat dari Tuhan. Ada yang meminumnya, ada juga yang membawanya pulang untuk dikoleksi.
Belakangan, ada seseorang yang terlalu serius yang lantas mengecek sistem pipa, dan menemukan bahwa air tersebut merembes dari toilet di sebelah yang tersumbat.
Orang yang menemukan kebenaran itu kemudian dituntut oleh komunitas setempat karena “penistaan agama”, dan pada akhirnya dipaksa mengungsi ke Finlandia. Semua orang lebih memilih terus minum daripada tahu dari mana asal airnya.
Kisah ini sebenarnya membuat penulis teringat: saat kondisi pasar bagus, posisi short dan orang-orang yang suka mengkritik selalu paling mudah jadi sasaran.
Bagaimanapun, tidak ada yang ingin mendengar ada orang yang mengatakan bahwa pipa air tersambung ke toilet ketika mereka sedang antre untuk menampung air.
Saran yang jujur terdengar pahit—hargailah orang di sekitarmu yang ingin pergi melihat ke toilet terlebih dahulu.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan