> Di pasar ada satu jenis orang. Saat rugi, dia jadi super hati-hati. Setiap transaksi dihitung dan ditakar. Stop loss juga dibuat dengan tegas. Tapi begitu mulai meraih keuntungan, seluruh dirinya berubah.


Beberapa tahun lalu, aku mengenal seorang anak muda. Saat baru masuk ke dunia kripto, saldo akunnya hanya 20.000 dolar AS. Dia sangat berhati-hati. Setiap transaksi, sudah dipersiapkan rencananya sejak awal. Kurang dari setahun, saldo itu meningkat menjadi lebih dari 400.000 dolar AS.
Semua orang bilang dia punya bakat. Bahkan dia sendiri mulai percaya bahwa menghasilkan uang adalah hal yang mudah. Lalu, setelah itu, dia mulai berubah. Dulu hanya memakai leverage 3x. Kemudian merasa terlalu lambat. Mengubahnya menjadi 5x. Setelah itu lagi, menjadi 10x. Alasannya cuma satu: “Kalau arahnya jelas, kenapa tidak bisa dapat untung lebih banyak?”
Pelan-pelan, dia mulai tidak lagi memasang stop loss. Mulai bertumpu besar pada posisi. Mulai merasa pasar akan bergerak sesuai keinginannya. Sampai suatu hari. Sebuah candle bearish besar yang datang tiba-tiba menelan semua keuntungan berbulan-bulan. Dia tidak keluar.
Karena dia yakin tren pasti akan memantul. Hasilnya, hari berikutnya malah turun lagi. Hari ketiga terus turun. Pada akhirnya, bukan hanya keuntungannya habis, tapi pokoknya juga ikut lenyap.
Belakangan kami membahas kejadian itu. Dia mengucapkan satu kalimat yang sangat membekas bagiku: “Dulu aku takut rugi, jadi menghormati pasar. Setelah aku mulai menghasilkan uang, aku merasa pasar harus menghormatiku.”
Banyak orang mengira menghasilkan uang akan membuat seorang trader makin hebat. Padahal belum tentu. Ujian terbesar saat menghasilkan uang bukan kemampuan. Tapi mentalitas. Pasar tidak akan menurunkan kesulitan hanya karena kamu terus untung. Yang paling jago dilakukan pasar adalah mengingatkanmu apa itu risiko, tepat saat manusia sedang paling percaya diri.
Jadi, seorang trader yang matang tidak pernah berhenti disiplin hanya karena sudah menghasilkan uang. Yang benar-benar perlu dikendalikan bukan emosi saat rugi. Melainkan pembesaran diri setelah profit. Karena banyak orang tidak tumbang di pasar beruang. Mereka tumbang di saat paling berjaya dari diri mereka sendiri. #交易人生
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan