Apakah ada juga yang seperti saya, kehidupan nyata memang merupakan campuran banyak bahasa — sebut saja pegang tangan 🙋


Di Singapura — campuran Mandarin dan Inggris saja masih terasa ringan, masih ada juga bahasa Melayu, Hokkien, Kanton, Teochew, Hakka....
Ini benar-benar ada kaitannya dengan lingkungan: bukan berarti sengaja pamer x, atau harus pamer bahasa Inggris, harus terlihat professional; misalnya di Singapura, sungguh tidak ada yang mengurus hal seperti itu; saya percaya di belahan dunia lain juga ada kebiasaan bahasa masing-masing
Ada yang menghormatimu saat berbicara bahasa Mandarin yang fasih dan serius; dan ada juga yang “respect” kamu dengan cara rojak yang ceplas-ceplos
Dunia itu luas, sampai bisa menampung ragam watak semua makhluk; dunia itu kecil, sampai tidak muat kebiasaan penggunaan bahasa seseorang
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan