Baru saja aku sempat meninjau lagi beberapa liquidity pool yang kuambahkan di awal tahun, jadi ini sekaligus mengulang pelajaran tentang kerugian impermanen 🌚. Jujur, kurva AMM terlihat sederhana, tapi begitu benar-benar masuk ke dalamnya, baru paham kalau market making itu bukan “uang mengalir tanpa kerja” — lebih mirip manajemen aktif, hanya saja timing-nya diganti menjadi memilih pasangan dan menata proporsi. Apalagi sekarang sentimen pasar naik-turun, feed dipenuhi pesan kecemasan soal jadwal unlock dan pembongkaran staking, jadi gampang terbawa oleh rasa takut akan tekanan jual sampai lupa kenapa dulu memilih pool itu.



Saat ini aku cenderung memakai cara yang lebih “bodoh” tapi efektif: pilih pasangan utama dengan volatilitas yang relatif kecil, lalu buat garis ambang sederhana—kalau harga terlalu menyimpang, aku tarik sebagian secara manual. Aku tidak berharap bisa memakan seluruh setiap fluktuasi. Intinya, memberi ruang lebih penting daripada mengejar tingkat imbal hasil tertinggi.

Aku mau tanya ke teman-teman yang juga market making: kalian bakal menghadapi kondisi “fluktuasi kurva + gangguan emosi” seperti apa? Atau mending langsung rebahan dan biarkan robot yang mengatur?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan