Setiap mau tidur langsung nge-scroll lagi, dan kembali ribut soal royalti NFT. Jujur saja, setiap kali melihat kedua belah pihak saling serang, saya jadi cukup terpecah—satu pihak merasa kreator mengandalkan royalti untuk makan itu benar-benar hal yang wajar dan semestinya, sementara pihak lain juga paham ketika volume transaksi turun, semua orang harus mencari cara supaya aset yang mereka pegang bisa terus bergerak.



Sebenarnya beberapa hari ini saya merenungkan istilah “data availability, ordering, dan finality”. Semakin dipikir, semakin terasa bahwa data availability itu seperti menebar bahan-bahan cerita agar kalian bisa melihatnya; ordering menentukan siapa yang berbicara dulu dan bagaimana cara menyampaikannya; sedangkan finality adalah rasa bahwa suatu perkara sudah benar-benar diputuskan dan tertera di papan. Seperti waktu kecil saat berjudi pada satu akhir, atau seperti menatap lukisan kaca yang dipenuhi warna—pelan-pelan diterangi sampai bening oleh cahaya. Semakin kokoh strukturnya, semakin lembut ceritanya. Tanpa finality, di pasar selamanya tak ada yang sepenuhnya saling percaya, dan likuiditas pun cuma angin sesaat.

Hal yang sama juga berlaku untuk perdebatan soal anti-royalti. Setelah logika dasarnya dirapikan, barulah ada ruang untuk membahas adil atau tidak adil dari atas. Untuk sekarang sampai di sini dulu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan