Hari ini seharian saya menatap chart; bagian yang sedang floating ruganya terasa seperti batu besar menekan dada. Sementara posisi yang floating profitnya malah bikin saya terus merasa, “tunggu dulu, masih bisa naik lagi.” Rugi 10 ribu terasa lebih menyakitkan daripada untung 10 ribu. Dalam psikologi itu namanya loss aversion (aversion terhadap kerugian)—intinya, otak jauh lebih sensitif terhadap “kehilangan” dibanding “mendapatkan”.



Aturan lipat saya sendiri begini: sebelum masuk, tentukan garis untuk mundur lebih dulu. Jika floating rugi sudah sampai 3%, saya wajib kurangi posisi; barulah sisa posisi bisa bikin saya tidur dengan tenang. Tapi saat dieksekusi tetap susah—manusia memang punya sifat berharap-harap.

Perang mulut soal royalti NFT yang baru-baru ini juga begitu. Kreator dan platform trading saling ribut; begitu likuiditas sekunder jelek, penurunan harga lantai bergerak lebih cepat daripada air terjun. Kalau seandainya dari awal sudah menetapkan stop loss, dampak gejolak emosinya mungkin tidak sebesar ini. Pokoknya strateginya sudah dirapikan—waktu eksekusi jangan asal ubah aturan lipatnya secara mendadak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan