Baru saja aku melihat ada satu transaksi yang “menggantung” di mempool hampir setengah jam. Nonsenya tidak berantakan, gasnya juga ditambah, tapi tetap tidak kunjung dikonfirmasi. Jujur, di situasi seperti ini justru aku biasanya akan menahan dulu—tidak terburu-buru mengejar gas. Saat jaringan sedang macet, yang paling menentukan adalah distribusi node dan urutan penempatan oleh penambang. Biasanya aku akan cek dulu apakah di pending pool saat ini ada banyak transaksi lain dengan nonce yang sama yang sedang bersaing, atau apakah ada satu mining pool yang sedang melakukan reorg. Intinya, jalankan alurnya dulu, baru memutuskan perlu dipercepat atau tidak, biar tidak impulsif mengklik “urgent” lalu malah berakhir berantakan.



Beberapa waktu terakhir, saat funding rate ekstrem, grupnya cukup heboh. Ada yang bilang bakal berbalik arah, ada juga yang bilang terus mendorong gelembung. Aku sebenarnya ikut panik, tapi kebiasaan tetap dulu pencet tombol pause, lalu lihat data on-chain—misalnya apakah whale sedang tarik dana atau justru menambah posisi, serta apakah distribusi node terlihat pincang. Intinya, keunggulan dari kontrol proses itu: seberapa pun cemas, gerakan yang dilakukan tidak jadi ngawur. Seperti yang kemarin—aku hampir mengejar FOMO masuk ke kontrak dengan harga tinggi, tapi setelah cek dulu kondisi kemacetan di mempool, ternyata banyak orang lagi berebut beli. Lalu aku mundur dulu dan menunggu, hasilnya malah rugi jauh lebih kecil. Ya, mungkin itulah “filsafat tombol pause” versi aku.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan