Sebenarnya, soal royalti—dulu semua orang bilang ini untuk melindungi kreator—tapi sekarang justru jadi salah satu bagian paling “keras” di pasar sekunder. Belakangan ini saya lihat banyak platform mengubah kebijakan, para seniman jadi bingung di tempat, dan pengguna pun ikut ribut. Saya cukup paham kenapa seniman merasa seharusnya bisa mendapat bagian dari arus ulang karya mereka sendiri, tapi juga tahu realitanya: likuiditas memang tipis, dan kalau ditambah royalti, ujung-ujungnya yang tersisa benar-benar tinggal “perdagangan udara”.



Jujur saja, makin saya lihat makin tidak masuk akal. Dulu saat sosial mining dan token penggemar—katanya bagus, disebut pemonetisasian perhatian—kalau dipikir lagi, bukankah itu juga berarti menguras kepercayaan? Saya sendiri sudah tidak lagi percaya bahwa “ekonomi kreator” bisa benar-benar mewujudkan aliran yang adil. Tapi saya juga tidak bisa menyalahkan siapa pun—kita semua hanya berusaha mengukir jalur sendiri di celah-celah struktur itu. Sudahlah, lihat saja dulu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan