前天 saya mau beli proyek baru, pas masuk ternyata likuiditasnya dangkal banget sampai seperti kolam. Karena kepala lagi panas, saya langsung serbu pakai market order. Hasilnya, slippage langsung menggerus beberapa persen profit saya.



Kalau diputar ulang, masalah utamanya sebenarnya ada dua: **kedalaman dan ritme**. Kalau kedalaman tidak cukup, market order itu ibarat menggali lubang sendiri. Kalau dilihat dari ketinggian di order book offline di sana pun rasanya perih. Setelah saya tenang, saya pasang limit order di sekitar area beli, menunggu sisi sana dulu terisi, baru perlahan naik mengikuti. Dalam periode ini, tesnet dan ekspektasi poin lagi ramai dibicarakan, banyak orang keburu naik kereta untuk rebut posisi lebih dulu—hasilnya slippage jadi lebih mudah membesar. Intinya, menurut saya kalau sesuatu terasa tidak stabil, lebih baik ditunda dulu.

Yang kedua soal pasang pengingat dan batasan. Sebelumnya saya selalu merasa memasang limit order itu seperti nasib-nasiban. Tapi begitu benar-benar dipasang, mindset saya malah berubah—tidak perlu terus menatap layar, dan tidak perlu takut kebawa emosi saat itu juga. Atur toleransi slippage di bawah 0,5%. Bahkan kalau tidak tembus atau cuma tereksekusi sebagian, tetap lebih nyaman daripada kebobolan slippage besar. Intinya: bersabar, jangan berangkat bertempur tanpa kepastian, dan jangan selalu ingin merebut detik itu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan