Saat saya ngincer gas, sekalian saya trace satu aliran dana. Dari situ saya telusuri, lalu melihat beberapa klaster label alamat, dan hasilnya ada satu alamat yang diberi label “wallet institusi”. Interaksi on-chain-nya semuanya berupa jual-beli koin sampah yang saling tukar (wash trading), sedangkan konsumsi gas-nya terasa seperti “main-main”. Menurut Anda, seberapa jauh citra alamat itu bisa dipercaya? Jujur saja, saya tidak terlalu berani percaya semuanya. Kadang data on-chain bahkan lebih palsu daripada “persona” seseorang. Dulu ada akun kecil; saya jelas-jelas cuma kadang swap sendiri, tapi malah diberi label “robot MEV” oleh sebuah platform—lucu sekaligus bikin gereget.



Belakangan saya banyak melihat diskusi soal social mining. Istilahnya memang terdengar keren: cari perhatian sambil menambang. Tapi saya tetap merasa sudah agak berubah dari konsep aslinya. Tren token berbasis komunitas/pengikut, intinya masih logika “arus lalu lintas dulu”. Perilaku on-chain terputus jauh dari relasi sosial, dan pemalsuan data juga relatif mudah. Kalau benar-benar mau serius membuat address profiling, perlu digabung melihat arus dana, frekuensi interaksi, dan kebiasaan konsumsi gas sekaligus. Cuma mengandalkan satu-dua label terlalu gampang “kejeblos”.

Pokoknya saya masih pelan-pelan mempelajari. Data yang semanis apa pun jangan lupa bahwa setiap langkah di on-chain itu benar-benar uang koin nyata. Jangan buta percaya pada profiling alamat; mungkin lebih masuk akal kalau Anda sendiri trace beberapa transaksi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan