Baru aja aku lihat beberapa postingan adu mulut tentang layer2, cukup menarik. Semua orang saling membandingkan TPS, biaya, dan subsidi ekosistem. Tapi menurutku, ribut-ribut seperti ini ujungnya tetap sama: siapa yang bisa jalan lebih cepat, dialah yang bisa bertahan. Namun cepat pun tetap harus dilihat apakah di jalur itu ada lubang.



Hari ini aku mau bahas hal yang agak berbeda. Tadi aku lagi menelusuri sebuah proyek, niatnya mau diam-diam memantau, tapi akhirnya ragu dan keluar (unfollow). Intinya sih begini: baru masuk awalnya merasa, “Wow, tim ini keren banget”. Beberapa hari kemudian lihat komunitasnya mulai ngibulin, “Keterlambatan harga oracle beberapa detik itu nggak masalah, yang penting mekanisme likuidasinya stabil.” Nah, di situ aku jadi merasa ada yang janggal.

Soal keterlambatan pengisian harga oleh oracle, aku sendiri pernah jatuh ke lubangnya. Dulu ada proyek kecil, ambang likuidasinya diset terlalu ketat. Begitu keterlambatan update harga di rantai mencapai belasan detik, saat pasar bergejolak, posisi banyak orang langsung terlikuidasi—bahkan belum sempat bereaksi. Intinya, keterlambatan harga oracle itu seperti: “telat selangkah, habis semuanya.” Kamu lihat harga masih ada, padahal di on-chain sudah berubah.

Jadi sekarang kalau melihat proyek, pertama-tama aku cek bagaimana mereka menangani keterlambatan oracle, apakah ada rencana cadangan. Kalau timnya sendiri aja nggak bisa menjelaskan dengan jelas, mending aku tidak ikut dulu—dan tidak mau jadi pihak yang “terima barangnya terakhir”.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan