Sudah, urusan stop-loss itu jangan dipikir-pikir lagi. Rasanya sama saja seperti putus—polanya begitu-begitu juga. Terus merasa: tahan dulu, sabar dulu, siapa tahu balik arah. Nyatanya makin lama ditunda, makin rugi; bunganya tetap berjalan di sana, dan mental juga ikut hancur. Akui lebih awal kalau sudah kalah dan keluar dari posisi—ibarat tebasan cepat mengurai benang kusut—memang sakit, tapi setidaknya menghemat keruwetan setelahnya dan biaya modal.



Baru-baru ini gas di rantai lagi mulai melonjak, jadi makin bikin kesal. Dan katanya dari teman-teman di komunitas, di suatu wilayah aturan kepatuhan makin diperketat, sehingga ekspektasi orang soal jalur keluar-masuk dana ikut berubah—jadi makin nggak berani bergerak sembarangan. Intinya begini: di situasi seperti ini, tahan diri, tahu saatnya mengakui salah, itu yang paling penting dibanding apa pun. Soalnya belakangan ini aku usahakan seminimal mungkin bergerak; fee bundling lagi mahal, dan pikiran juga ikut capek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan