Baru-baru ini saya sering melihat banyak transfer on-chain bernilai besar ditafsirkan sebagai “uang pintar”. Padahal, AI Agent juga melakukan hal serupa—secara otomatis memindai jaringan, menangkap arbitrase, mengatur ulang portofolio, dan sebagainya. Tapi jujur saja, menurut saya sekarang AI Agent masih jauh dari keadaan “bisa benar-benar tanpa campur tangan manusia sebagai penutup”. Minimal, saya pernah menemui beberapa jebakan, seperti kontrak tiba-tiba upgrade, liquidity pool diserang, bahkan gas price yang tiba-tiba tidak normal sampai transaksi macet—mesin sama sekali tidak akan menilai “ini lah yang nggak beres, stop dulu”. Anda harus sendiri yang mematikan strategi secara manual atau mengatur emergency stop loss.



Pokoknya, logika saya bercocok tanam juga begini: menanam (deploy), membasmi hama (monitoring), panen (penarikan), dan di setiap langkah harus ada yang mengawasi. Kalau tidak, tanaman dicuri orang pun Anda mungkin tidak tahu. AI Agent bisa membantu mengerjakan pekerjaan repetitif, tapi kalau benar-benar menghadapi black swan atau perilaku yang tidak wajar, tetap perlu manusia yang memutuskan. Intinya, itu cuma semacam cangkul tingkat lanjut, bukan orang yang menanam.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan