Seseorang yang sedang tertekan oleh beban utang atau tekanan dalam relasi sosial tidak mampu mengambil keputusan yang bijak.


Banyak orang dalam trading terlalu terburu-buru untuk cepat berhasil, bukan karena keserakahan yang terlalu kuat—melainkan karena “penderitaan” yang nyata dalam kehidupan. Mereka seperti “tidak punya pilihan untuk tidak jadi”, tidak mengizinkan gagal, tidak mengizinkan stop loss, dan akhirnya memilih di pasar, “bertaruh segalanya dengan nyawa”.
Jika tidak berhasil, berarti mempertaruhkan nyawa. Jika menang, bisa bangkit; jika kalah, paling buruk tetap seperti sedia kala.
Keserakahan hanyalah penampakan.
“Penderitaan” adalah akar permasalahannya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 4
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
HardwareWalletFan
· 13jam yang lalu
Kamu benar sekali; di permukaan itu tampak seperti keserakahan, tapi sebenarnya semuanya adalah tekanan hidup yang berat, dan tidak ada pilihan selain berjudi.
Lihat AsliBalas0
Stop-LossLineForTheEveningGlow
· 13jam yang lalu
Banyak orang mengira transaksi gagal karena serakah, padahal tidak. Mereka yang tercekik utang sampai sulit bernapas, di dalam hati mereka tahu bahwa cut loss itu benar, tapi kenyataan tidak memberi mereka pilihan untuk mengaku kalah; mereka hanya bisa bertahan dengan keras, dan akhirnya kena likuidasi paksa. Penderitaan seperti ini sulit dipahami orang luar, tapi memang benar-benar ada dan menjadi dilema nyata.
Lihat AsliBalas0
MomentumRisk
· 14jam yang lalu
Benar, banyak orang yang mengalami kerugian bukan karena serakah, melainkan karena hidup memaksa mereka sampai tidak ada jalan keluar.
Lihat AsliBalas0
LiquidityPoet
· 14jam yang lalu
Di dalam trading, yang paling ditakuti bukan kurangnya kemampuan teknis, melainkan dipaksa hidup sampai berada di ujung tanduk baru mencoba untuk bangkit kembali. Mentalnya sudah hancur lebih dulu, jadi mana mungkin masih bisa mengambil keputusan dengan rasional.
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan