Tadi ponselku baru saja memunculkan notifikasi tentang pemungutan suara tata kelola. Begitu kubuka, ternyata itu lagi-lagi pengingat untuk pemungutan suara berbasis delegasi. Jujur saja, setiap kali melihat notifikasi seperti ini, aku jadi agak linglung—ini “tata kelola” atau “permainan oligarki”?



Kalau kupelajari data di-chain, porsi jumlah suara yang didelegasikan oleh alamat besar terus meningkat. Suara-suara kecil para investor ritel cuma pecahan—tidak bisa bikin gelombang. Intinya, token tata kelola berubah menjadi semacam “sertifikat hak suara”, tetapi yang benar-benar menentukan arah, selamanya hanya beberapa dompet paus.

Kamu lihat saja perang mulut antar Layer2—mereka saling adu TPS, adu biaya, dan adu subsidi ekosistem. Ramai banget. Tapi saat waktunya voting, jutaan suara delegasi dilepaskan ke sana, dan ritel bahkan tak sempat memercikkan satu percikan pun.

Aku sendiri sih cuma pengamat data on-chain. Sesekali ikut voting, tapi lebih sering melihat bagaimana paus bermain. Pokoknya, token tata kelola ini pada akhirnya menata siapa? Mungkin hanya menata mereka yang masih benar-benar membaca whitepaper dengan serius.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan