Saya baru saja menengok data pool dari sebuah game blockchain, dan jujur terasa cukup terharu. Inflasi dari hasil produksi terlalu ganas. Pemain berusaha mati-matian untuk mendapatkan uang, token di dalam pool malah makin menumpuk, tapi harganya terus merosot. Intinya, mesin pencetak uang kebutnya kebangetan—rasanya seperti uang kertas yang berubah jadi kertas bekas. Teman sekamar saya lewat dan melirik, bilang, “Bukannya ini bikin ajang ‘lomba pencetak uang’? Siapa yang larinya paling cepat dia yang duluan, yang larinya lambat jadi pembeli sisa—jadi penanggung bagasi.” 😂



Belakangan, keributan soal royalti NFT juga cukup heboh. Hubungan antara kreator dan likuiditas pasar sekunder memang terasa cukup runyam. Sebenarnya logikanya mirip: di game blockchain, pool harus dijaga supaya stabil, artinya produksi dan konsumsi harus ada keseimbangan. Kalau tidak, sebaik apa pun gamenya tetap tidak sanggup menahan situasi saat semua orang ingin “selesai main lalu kabur”. Pokoknya kebiasaan saya, kalau lihat pool seperti ini, saya tunda dulu. Lebih baik pelan-pelan daripada ikut mengejar ritme “kalau hari ini tidak gas, besok sudah tidak ada”. Orang gunung, saya lebih suka masak dengan api kecil yang pelan—baru enak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan