Jangan urusan stop loss dulu, itu mirip banget sama putus cinta. Waktu saya mulai merasa ada yang nggak beres, pikiran saya terus saja berkata, “tunggu dulu, siapa tahu memantul,” hasilnya makin lama ditahan makin rugi, bunganya juga ikut terbuang. Ada teman saya, setiap kali stop loss itu berarti “melepas dengan darah,” dia malah mengutuk diri sendiri, “seharusnya dari tadi!” tapi pada akhirnya tetap saja, lain kali lagi-lagi tidak tega untuk cut loss. Intinya, manusia memang gampang kejebak dengan sunk cost, sama persis seperti dalam hubungan yang memilih bertahan mati-matian dan enggan pergi.



Baru-baru ini saya lihat orang-orang di komunitas “撸毛” itu, sistem poinnya dibuat seolah seperti absen kantor. Platform tugasnya anti-sybil sampai-sampai bahkan sama ibunya sendiri pun nggak kenal, mereka tiap hari kebut sampai jam 3 dini hari, belum dapat airdrop malah mata jadi seperti panda. Ini termasuk “putus cinta” versi lain juga? Kalau dari awal bisa mengenali lebih cepat dan cabut lebih cepat, mending waktu dan tenaga itu dipakai untuk hal lain. Pokoknya saya nggak berani “pacaran” sama proyek-proyek ini lagi, terlalu capek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan