Jujur saja, komunitas airdrop sekarang agak terlalu “ketat” atau kompetitif. Dulu kalau urus gas langsung gaskeun, sekarang saat ada proyek baru saya cek dulu kontraknya, lalu lihat pendanaan dan latar timnya, dan akhirnya menghitung juga biaya interaksi. Setelah beberapa kali jadi korban “anti-airdrop” atau dipakai lalu dibalik, saya benar-benar jadi lebih cerdas.



Belakangan ini saya lihat orang-orang di Layer2 saling adu TPS dan adu subsidi—rasanya cukup terharu juga. Karena sesama public chain berebut pengguna, strategi airdrop pasti makin ketat, tidak bisa asal klik beberapa kali lalu dapat. Kebiasaan saya sekarang: lihat dulu apakah pihak proyek benar-benar ingin kerja, atau cuma mau cepat menggasak uang. Setelah itu baru saya memutuskan apakah perlu menginvestasikan waktu dan tenaga. Lebih baik pelan-pelan, jangan sampai terbawa emosi.

Intinya, jangan jadikan airdrop sebagai penghasilan utama—anggap saja sebagai kejutan tambahan. Kalau mental sudah stabil, peluang untuk jadi korban “anti-airdrop” juga jadi lebih kecil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan