Baru-baru ini di grup pada ngomongin re-staking, jujur saja saya cukup bingung. Keuntungannya datang dari mana? Intinya adalah LST milikmu dipinjam orang lain untuk melakukan lebih banyak hal—misalnya verifikasi, menyediakan likuiditas, insentif protokol, dan sebagainya—lalu mereka membagi sedikit hasilnya padamu.



Kedengarannya bagus, tapi risikonya bagaimana? FOMO justru adalah sumber keuntungan terbesar—terus terang, risikonya ada di aset lapisan dasar dan oracle.

Begitu kamu menaruh LST-mu itu lagi untuk di-staking, ketergantungannya jadi seperti “boneka bersarang”. Kalau feed harga sumbernya sedikit saja bermasalah—misalnya baru-baru ini setelah pencurian jembatan lintas-chain ada penundaan “menunggu konfirmasi” dalam konsensus—lalu anomali kuotasi tidak segera dikoreksi, posisi kamu bisa langsung ambruk.

Saya sempat memperhatikan sebuah protokol beberapa waktu lalu: frekuensi update-nya rendah sampai-sampai bikin takut. Di tengahnya ada transaksi yang benar-benar bertumpu pada itu untuk bertahan, hasilnya… sudahlah.

Pokoknya prinsip saya: sebelum kamu re-staking, cek dulu apakah aset yang kamu staking ulang punya oracle yang andal sebagai jangkar untuk likuidasi, dan seberapa sering ia update—setiap beberapa detik atau sekali sehari. Biar jangan sampai baru sempat “menggondol” sedikit profit, tapi lebih dulu kepotong karena anomali feed harga. Jangan terlalu lengah, ya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan