Sejujurnya, belakangan ini aku sering melihat urusan royalti di pasar sekunder, selalu ada rasa tidak enak yang sulit diungkapkan. Satu per satu tim proyek berteriak tentang “ekonomi kreator”, saling lempar tanggung jawab antar platform, lalu bagaimana hasilnya? Kreator yang benar-benar harus lari ya tetap lari, yang harus rebahan ya tetap rebahan. Lebih baik bilang saja, royalti itu cuma “pembungkus”, yang benar-benar bisa menahan orang adalah mesin penggerak di lapisan dasarnya—apakah bisa berputar dengan stabil atau tidak.



Ngomong-ngomong soal mesin penggerak, aku jadi ingat gelombang boom game chain (chain game) yang berujung kehancuran karena inflasi: studio-studio menyerbu satu per satu, harga koin terus berputar spiral ke bawah, mengklaim “didorong komunitas”, tapi pada akhirnya yang terjadi tetap banyak aksi jual. Ya intinya, sama saja dengan kontroversi royalti—semua orang mau bagi kue, tapi tidak ada yang mau mulai membuat kuenya lebih dulu.

Aku memang terdengar pesimistis, tapi di tangan aku tetap tidak bisa menahan diri untuk menambah posisi pada beberapa proyek yang berani memangkas royalti namun uac-nya masih bagus. Setidaknya, dari sisi data, retensinya masih lumayan. Nanti kalau ketemu kontroversi seperti ini lagi, kemungkinan besar aku akan dulu cek apakah protokolnya punya daya rekat pengguna yang benar-benar nyata, baru putuskan ikut atau tidak.

Kalian gimana? Lebih percaya perlindungan royalti, atau lebih percaya data yang bicara?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan