Baru saja saya menghabiskan setengah hari memeriksa data on-chain, dan menemukan satu transaksi lebih lambat hampir 10 menit dibanding dompet saya. Sebenarnya bukan karena jaringan lambat—node RPC saya duluan “dihabiskan” membuat transaksi orang lain kenyang.



Lihat, “on-chain” yang kamu lihat itu memang dunia bekas—node, indeks, bahkan penjelajah blok, tiap lapisan melakukan penyaringan. Kamu kira kamu berlari paling depan, padahal yang kamu lihat adalah peta yang sudah digambar orang lain.

Belakangan, gelombang Meme dan selebritas yang berteriak-teriak sinyal datang bergantian, dan para pemain lama selalu berteriak, “jangan ikut tongkat terakhir.” Tapi terus terang, tongkat terakhir itu bukan cuma disebut karena harga sudah turun—yang disebut “akhir” adalah ketika kamu merasa sudah melihat “waktu pertama”, padahal sebenarnya sudah terlambat.

Kebiasaan lebih penting daripada bakat. Kalimat itu juga berlaku di trading—biasakan menunggu beberapa detik sebelum masuk, biasakan cek delay RPC dulu sebelum order, biasakan mengakui bahwa yang kamu lihat selalu terlambat setengah langkah. Seperti bola, yang memantul bukan harga, melainkan sifat manusia.
MEME0,24%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan