Baru-baru ini saya agak kecanduan melihat opsi. Pembeli dan penjual—yang satu menunggu datangnya angin, yang lain mengantre sewa. Jujur saja, nilai waktu itu seperti pasir di dalam jam pasir: pembeli bertaruh bahwa sebelum angin datang, pasir belum habis; penjual bertaruh bahwa angin sama sekali tidak akan datang. Saya tidak tahu siapa yang lebih lelah, tapi setiap kali saya lihat pembeli “bertahan” di putaran hari kiamat, saya jadi teringat dulu waktu saya keras kepala menahan posisi. Pada akhirnya, yang dipantulkan pasar tak lebih dari sedikit keserakahan dan ketakutan manusia.



Baru-baru ini, hardware wallet ternyata malah sold out. Di grup pertemanan, beberapa orang cari barang, katanya takut tautan phishing akan menipu kunci privat. Sepertinya kesadaran keamanan akhirnya naik juga—bagus. Tapi saya tetap merasa, mengatur tangan itu lebih sulit daripada sekadar mengatur dompet. Saat lagi impulsif beli, siapa yang masih ingat soal aman atau tidak aman.

Sudahlah, pakai bahasa yang mudah dipahami. Intinya jangan jadikan posisi sebagai harga diri. Menang dan kalah itu hal yang biasa; yang punya hak menonton pertunjukan berikutnya adalah mereka yang berhasil menjaga modal tetap utuh.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan