Sejujurnya, sekarang airdrop makin “ketat”. Enaknya bisa sampai jutaan alamat sekaligus, lalu akhirnya pembagian cuma cukup untuk makan siang per orang. Bahkan ada yang sampai “membayar” gas. Dua bulan terakhir aku kecewa berat gara-gara salah satu L2: udah interaksi selama 3 bulan, hasilnya cuma puluhan U. Kalau dihitung waktu dan biaya peluang, murni rugi.



Sekarang aku jadi lebih paham: nggak ikut-ikutan dulu. Aku lihat dulu apakah kurva rilisnya masuk akal, berapa lama masa penguncian (lock-in), dan yang paling penting: apakah benar ada pengguna nyata. Kalau tidak, ya itu sama saja jadi tenaga kerja gratis buat tim proyek.

Belakangan ini istilah-istilah baru seperti modular, lapisan DA, dan sejenisnya, para dev cerita sampai berapi-api. Tapi di sekelilingku, kebanyakan orang nggak ngerti apa pun. Sikapku: kalau aku nggak paham narasinya, jangan sentuh dulu. Kecuali kamu bisa menghitung jelas cost-benefit-nya dan mencocokkan hitungannya, jangan jadikan interaksi seperti perjudian. Pokoknya prinsipku sekarang: kendalikan biaya per transaksi, kalau banyak transaksi ya yang banyak—tapi tanpa FOMO dan tanpa naik leverage. Biar mentalnya tetap stabil.

Kamu gimana?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan