Tiba-tiba aku sadar satu hal. Floating loss dan floating profit, sebenarnya sama-sama tidak mengganggu ritme aku untuk bangun posisi secara bertahap dalam jangka panjang. Tapi saat terbangun tengah malam sambil mengecek pergerakan harga, floating loss yang terang-terangan itu jauh lebih membuat susah tidur dibanding floating profit. Bukan karena tidak bisa memahaminya sehingga baru bisa tidur nyenyak—melainkan rasa nyeri tumpulnya, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan harga yang turun beberapa ribu poin. Itu murni karena naluri manusia yang bekerja. Saat rugi, rasanya seperti ancaman; saat untung, paling-paling jadi semacam imbalan. Sekarang di-chain, produk-produk mirip utang, RWA, dan imbal hasil obligasi AS sedang dipakai oleh berbagai “orang besar” untuk dibandingkan dengan imbal hasil tradisional. Terus terang, dengan mengganti kata “floating loss” menjadi “annualized” (imbal hasil tahunan), barulah beban batu di kepala orang terasa lebih ringan. Tapi untuk tipe orang sepertiku yang menumpuk posisi seperti menambah kayu bakar sedikit demi sedikit, pada dasarnya ya segitu saja. Intinya, jangan terlalu berkelahi dengan diri sendiri.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan